Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Chairul Tanjung Deposit Dana Rp750 Miliar di Bank Allo, Ini Penjelasan BBHI

Plt. Direktur Utama Ari Yanuarto Asah menyampaikan total aset perseroan pada Juni 2021 tercatat Rp4,22 triliun naik 62,23% dari posisi awal tahun ini. Sementara itu, total kewajiban tercatat Rp3,86 triliun juga ikut naik 72,72% dari posisi awal tahun ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 03 Agustus 2021  |  11:59 WIB
Chairul Tanjung Deposit Dana Rp750 Miliar di Bank Allo, Ini Penjelasan BBHI
Kantor Bank Harda Internasional - bankbhi.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Allo Indonesia Tbk. memberikan penjelasan terkait dengan perubahan lebih dari 20% pada pos total aset dan total kewajiban.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Selasa (3/8/2021), Plt. Direktur Utama Ari Yanuarto Asah menyampaikan total aset perseroan pada Juni 2021 tercatat Rp4,22 triliun naik 62,23% dari posisi awal tahun ini. Sementara itu, total kewajiban tercatat Rp3,86 triliun juga ikut naik 72,72% dari posisi awal tahun ini.

Ari menuturkan kenaikan total aset sebesar 63,23% secara year to date (ytd) tersebut disebabkan adanya pembelian surat berharga sebesar Rp1,82 triliun.

"Kenaikan total kewajiban sebesar 72,72% disebabkan adanya penempatan deposito sebesar Rp750 miliar dari PT Mega Corpora sebagai PSP yang nantinya akan dikonversi menjadi modal setelah mendapat persetujuan OJK," kata Ari.

Sebagai informasi, Mega Corpora merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha nasional Chairul Tanjung, yang juga merupakan entitas pemilik PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Mega Corpora menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di Bank Allo yang sebelumnya bernama PT Bank Harda Internasional Tbk. 

Adapun, emiten berkode BBHI ini akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) II kepada pemegang saham dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 7.498.501.696 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp100 setiap saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam aksi korporasi ini sebesar Rp749,85 miliar.

Dalam penjelasan kepada Bursa pada awal Juli lalu, Direksi Allo Bank menjelaskan perseroan saat ini telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan surat OJK No.S-104/D.04/2021 tanggal 30 Juni 2021 perihal pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran.

Aksi tersebut akan meningkatkan permodalan perseroan sekitar Rp749,85 miliar. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk pemenuhan modal inti minimum bank yang akan memberikan kemampuan perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi yang dikenal sebagai digital bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung Bank Harda
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top