Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Berkomitmen Pertahankan Suku Bunga Acuan Tetap Rendah, Sampai Kapan?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan komitmen menjaga suku bunga rendah ini karenaa mempertimbangkan perkiraan laju inflasi yang tetap rendah tahun ini, membaiknya perekonomian, serta perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  17:21 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan tetap mempertahankan suku bunga kebijakan pada tingkat yang rendah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hal ini mempertimbangkan perkiraan laju inflasi yang tetap rendah tahun ini, membaiknya perekonomian, serta perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun, pada Rapat Dewan Gubernur 24-25 Mei 2021, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen.

“Sampai kapan? Sampai perlunya kita mendorong pertumbuhan ekonomi, sampai kemudian ada tanda-tanda kenaikan inflasi,” katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/5/2021).

Namun demikian, Perry mengatakan tanda-tanda dari kenaikan inflasi paling cepat baru akan terlihat pada awal 2022. Sementara tahun ini, tingkat inflasi diperkirakan akan berkisar antara 2 hingga 4 persen.

“Dalam konteks ini tentu saja tergantung pada seberapa cepat pemulihan ekonomi kita, termasuk kredit bank dan dampak dari ekspansi kebijakan moneter baik suku bunga maupun likuiditas terhadap inflasi,” jelasnya.

Jikapun BI memandang perlu dilakukan perubahan kebijakan, Perry menyampaikan bahwa kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan tidak akan menjadi opsi yang utama.

“Kami akan mulai dulu dari sisi likuiditas dan instrumen-instrumen lain sebelum mempertimbangkan suku bunga, kami akan sangat ekstra hati-hati,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI akan terus melanjutkan kebijakan moneter yang akomodatif, termasuk juga kebijakan makroprudensial, serta kebijakan yang terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan digital ekonomi keuangan nasional


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Suku Bunga suku bunga acuan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top