Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Direktur Utama PT Bank Capital Tbk Wahyu Dwi Aji (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Roy Iskandar Kusuma Widjaja (dari kiri), Direktur Gatot Wahyu Djatmiko, Komisaris Independen Amrih Masjhuri, Komisaris Independen Maxen B Nggadas, dan Direktur Gunarto Hanafi, sebelum RUPS di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Lihat Foto
Premium

Kisi-kisi Mitra dan Ekosistem Digital Bank Capital (BACA)

Misteri siapa investor baru di PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) terus berlanjut. Bagaimana potensi perluasan ekosistem bank swasta ini?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
26 Agustus 2021 | 18:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kurang dari sepekan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis tiga regulasi baru yang di dalamnya juga memuat aturan soal bank digital, PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Agenda besar yang berlangsung pada Kamis (25/8/2021), itu mengesahkan sejumlah poin penting. Selain agenda-agenda biasa seperti penggunaan laba bersih tahun buku sebelumnya, penunjukan kantor akuntan publik dan penetapan honorarium bagi manajemen, forum tersebut juga menjadi ajang penyambutan Yenny Hoo.

Sebelumnya dikenal sebagai Group Head PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM), Yenny didapuk menjadi direktur baru BACA, menggantikan Direktur Komersial sebelumnya yaitu Gatot Wahyu Djatmiko yang meninggal pada 2020.

“Ini [penetapan Yenny Hoo,] sudah efektif dari OJK, tetapi proses fit and proper test sudah dilakukan dan masih menunggu hasil,” tutur Direktur Utama BACA Wahyu Dwi Aji, Kamis (25/8).

Kedatangan Yenny sebenarnya sudah diumumkan sejak beberapa bulan lalu, dan bukan pula sesuatu yang mengejutkan mengingat BACA juga memiliki relasi dengan Grup Sinarmas. Jika mengacu laporan registrasi pemegang efek, saat ini Grup Sinarmas menggenggam 807,36 juta lembar atau 11,4 persen saham perseroan lewat PT Asuransi Simas Jiwa.

Di luar kepemilikan saham publik di bawah 5 persen (59,2 persen), entitas tersebut adalah pemegang saham terbesar ketiga setelah PT Inigo Global Capital dan PT Delta Indo Swakarsa.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top