Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Ketenagakerjaan Catat 65,89 Persen Kecelakaan Terjadi di Dalam Lokasi Kerja

Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia memaparkan urutan pertama kecelakaan kerja adalah di dalam lokasi kerja dan paling banyak terjadi pada pagi hari.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 September 2021  |  17:29 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Catat 65,89 Persen Kecelakaan Terjadi di Dalam Lokasi Kerja
Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia. Sekitar 65% kecelakaan kerja terjadi di dalam lokasi kerja. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mencatat sekitar 65,89 persen kasus kecelakaan kerja yang diklaim oleh peserta, terjadi di dalam lokasi kerja.

Direktur Pelayanan BP Jamsostek Roswita Nilakurnia memaparkan urutan pertama kecelakaan kerja adalah di dalam lokasi kerja, dan paling banyak terjadi pada pagi hari.

"Dari data kami sebanyak 65,89 persen kecelakaan kerja terjadi di dalam lokasi kerja, kemudian 25,77 persen kecelakaan di lalu lintas, serta hanya 8,33 persen yang di luar lokasi kerja, sedangkan untuk urutan waktu kecelakaan terjadi paling besar pada pagi yaitu pukul 06:00 hingga 12:00," ujarnya saat membuka pelatihan Ahli K3 Umum BPJamsostek Sumbar Riau, Rabu (1/9/2021).

Dia menambahkan dari total klaim kecelakaan kerja yang diterima badan, sebanyak 60,52 persen saat ini masih dalam tahap pengobatan, serta 35,62 persen peserta yang klaim sudah dalam kondisi sembuh.

Sementara bila berdasarkan wilayahnya, klaim jaminan kecelakaan kerja terbesar berasal dari daerah Jawa Barat yakni sebanyak 13.394 kasus atau sebanyak 18,26 persen dari total JKK nasional yang mencapai 73.366 kasus.

Kemudian disusul oleh Jawa Timur dengan klaim JKK sebanyak 12.994 kasus atau sebesar 17,71 persen total klaim nasional. Serta di posisi ketiga yakni dari wilayah Sumbar Riau dengan jumlah klaim JKK sebanyak 10.283 kasus atau sebesar 14,02 persen dari klaim JKK nasional.

"Hingga Agustus 2021 ini jumlah klaim JKK nasional yaitu sebanyak 73.366 kasus, dan BPJamsostek telah membayarkan total manfaat senilai Rp1,04 triliun," ujarnya.

Selain menyalurkan dana manfaat kepada peserta yang mengajukan klaim, tahun ini BPJamsostek juga telah mendistribusikan bantuan kepada para pekerja yang terdampak pandemi, dengan nilai Rp10,6 miliar.

Di antaranya yakni sebanyak 500 helm motor, 157 pelatihan K3, 205.450 paket vitamin, 4.317 paket bahan pangan, 897 poster K3 dan acrylic, 900 APD bagi jasa konstruksi, 1,6 juta masker pekerja, dan 6.876 APD covid.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbar Riau Eko Yuyulianda menambahkan untuk wilayahnya, juga telah disalurkan bantuan bagi pekerja terdampak pandemi.

Di antaranya paket APD penanganan Covid-19 untuk PLKK sebanyak 385 paket, masker medis untuk pekerja sebanyak 200.000, poster K3 Pencegahan Covid-19 sebanyak 100 buah, pemberian multivitamin untuk pekerja sebanyak 24.000 tablet, paket APD Jasa konstruksi sebanyak 132 paket, helm pekerja sebanyak 500 buah, serta lelatihan Ahli K3 Umum untuk 23 peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi BP Jamsostek jaminan sosial tenaga kerja bpjs ketenagakerjaan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top