Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangkau Investor Ritel, Begini Rekam Jejak Stock Split BBCA

Stock split tahun ini menjadi yang keempat kali yang dilakukan BCA semenjak melantai di Bursa pada tahun 2000 di harga Rp1.400 per saham.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 24 September 2021  |  17:37 WIB
Jangkau Investor Ritel, Begini Rekam Jejak Stock Split BBCA
Nasabah bertransaksi di ATM BCA - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) akan melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) dan diperkirakan akan selesai pada Oktober 2021.

Rencana stock split telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis (23/9/2021).

Pemegang saham memberikan restu atas aksi korporasi stock split dengan rasio 1 : 5 (1 saham yang ada saat ini dipecah menjadi 5 saham baru).

Nantinya, ini merupakan stock split keempat kali yang dilakukan BCA semenjak melantai di Bursa pada tahun 2000 di harga Rp1.400 per saham.

Dikutip dari laporan tahunan perseroan, stock split pertama kali yang dilakukan BCA yakni pada 15 Mei 2001 dengan rasio 1:2 sehingga nilai nominalnya turun dari Rp500 menjadi Rp250, sehingga jumlah saham beredar naik dari 2,94 miliar saham menjadi 5,88 miliar saham.

BCA kembali melakukan stock split pada 8 Juni 2004 dengan rasio 1:2 sehingga nominal kembali turun menjadi Rp125 dan jumlah saham beredar naik menjadi 12,26 miliar saham.

Dan pada tahun 2008, BBCA kembali memecah sahamnya dengan rasio yang sama yakni 1:2 sehingga nominal sahamnya menjadi Rp62,5 dan jumlah saham beredar kembali naik menjadi 24,65 miliar saham.

Nilai nominal per saham BBCA saat ini adalah Rp62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5. Adapun saat ini harga saham BBCA saat ini berkisar pada Rp32.000 per saham.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan BCA melihat bahwa investor ritel termasuk investor muda di pasar modal Indonesia memiliki ketertarikan yang kuat untuk berinvestasi saham BBCA.

Jahja berharap dengan adanya aksi korporasi ini harga saham BCA dapat lebih terjangkau oleh investor retail.

"Aksi korporasi pemecahan saham tersebut dilandasi juga oleh komitmen BCA dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia," ujar Jahja dalam keterangan resmi pada Kamis (23/9/2021).

Seperti diketahui, proses stock split mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, BCA akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca stock split
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top