Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Tips Cara Bijak Pakai PayLater Anti Rugi

PayLater adalah layanan utang. Simak lima tips untuk mengelola keuangan agar bebas dari utang.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  20:58 WIB
Ilustrasi mengatur keuangan atau financial planning - Freepik.com
Ilustrasi mengatur keuangan atau financial planning - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA - PayLater atau layanan bayar tunda merupakan layanan pinjaman uang online yang dapat digunakan para penggunanya untuk melakukan pembayaran suatu transaksi. 

Semenjak aktif penggunaannya mulai tahun 2019, PayLater sudah termasuk jadi salah satu fitur yang tersedia di berbagai marketplace, aplikasi ojek online, e-money seperti OVO, DANA, dan GoPay. Pada dasarnya, layanan PayLater ini sangat mirip dengan kredit, namun dengan format penundaan pembayaran dapat mencakup beberapa hari, cicilan bulanan atau mingguan, tergantung pada nominal transaksi pembelian. 

Selanjutnya, ketika membahas kelebihan dalam menggunakan PayLater antara lain yaitu dapat memperoleh barang yang diinginkan tanpa memiliki uang terlebih dahulu. Namun sebagai pengganti atas kepemilikan barang di awal waktu yang dilunasi oleh PayLater, pembayaran barang tersebut dapat dilakukan bulan depan atau saat pengguna sudah memiliki uang. 

Disamping itu, kekurangan pun juga beriringan dengan kelebihan dalam penggunaan PayLater tersebut. Salah satunya mampu meningkatkan pengeluaran barang yang tidak begitu dibutuhkan, dan adanya bunga serta biaya admin tambahan yang perlu dilunasi juga.

Mengutip dari Kredit Pintar, Senin (11/10/2021), PayLater termasuk sebagai layanan utang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau masyarakat untuk menerapkan lima tips saat menggunakan PayLater agar tidak rugi dan bebas dari utang. 

  1. Memberikan batasan akan nilai pinjaman

Saat ini, tidak sedikit layanan PayLater yang memberikan fitur untuk dapat mengatur limit pinjaman. Manfaatkan fitur tersebut dengan membatasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar untuk mencegah kewalahan di akhir waktu.

  1. Memahami kontrak perjanjian

Dengan menguasai isi kontrak perjanjian dengan baik dapat meminimalisir penyesalan dan kerugian karena bagaimana pun, layanan ini beroperasi di bawah naungan dan pengawasan OJK.

  1. Melunasi pembayaran tepat waktu

Lunasi cicilan pengembalian pinjaman dengan tepat waktu untuk terhindar dari denda. Jika terus menunda pembayaran maka hal tersebut akan berdampak pada bunga dan biaya tambahan yang akan terus menumpuk.

  1. Perhatikan suku bunga

Sejak awal memutuskan untuk menggunakan layanan paylater, Hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat suku bunga atau biaya layanan PayLater tersebut. Pastikan dan teliti bahwa suku bunga dan biaya yang tertera masih terjangkau dengan kemampuan keuangan saat ini.

  1. Pahami denda keterlambatan

Sebenarnya, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi terlambat ketika melakukan pengembalian dana pinjaman. Maka dari itu, penting untuk mengetahui berapa besaran denda yang harus ditanggung setiap pengguna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang OJK paylater
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top