Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Perpanjang Stimulus, Pengamat: KKB dan KPR Membaik di 2022

Kinerja KKB maupun KPR dinilai akan membaik pada tahun depan sejalan dengan pandemi Covid-19 yang mereda. Pertumbuhan juga didorong relaksasi uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) yang diperpanjang hingga tahun depan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  21:37 WIB
Pengunjung mencari informasi mengenai kredit hunian dalam pameran Indonesia Properti Expo 2020 di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung mencari informasi mengenai kredit hunian dalam pameran Indonesia Properti Expo 2020 di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk memperpanjang ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Desember 2022.

Pengamat Ekonomi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan memandang, KKB dan KPR di tahun ini masih berada dalam tekanan, meskipun perpanjangan kedua ketentuan telah diputuskan.

“Untuk KKB dan KPR tahun ini masih dalam tekanan karena terkait daya beli masyarakat,” kata Trioksa kepada Bisnis, Jumat (22/10/2021).

Menurut Trioksa, baik KKB maupun KPR akan terasa membaik apabila pandemi Covid-19 berakhir di tahun 2022.

“Memang mulai membaik tetapi akan terasa di tahun depan, sehingga prediksi saya bila pandemi ini berakhir tahun depan KKB dan KPR baru membaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Trioksa mengatakan, stimulus uang muka yang diberikan merupakan suatu hal yang cukup untuk memacu sektor konsumsi. Artinya, tidak perlu lagi penambahan stimulus untuk masyarakat.

“Stimulus jangan terlalu banyak, sudah cukup dengan uang muka, karena yang perlu diperhatikan adalah kemampuan membayar nasabah atas kredit yang diberikan,” jelasnya.

Di samping diperpanjangnya ketentuan DP 0 persen, Trioksa meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan daya beli dan kemampuan untuk membayar angsuran.

“Masyarakat perlu memperhatikan daya beli dan kemampuan untuk membayar angsuran bila ingin mengajukan KKB dan KPR walau dengan DP 0 persen,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kpr kkb relaksasi aturan
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top