Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pergerakan Modal Ventura Lokal Diawasi Investor Global

Pergerakan modal ventura lokal tengah menjadi sorotan investor global. Tak heran, startup asal Tanah Air yang tergolong moncer, bisa cepat mendapat dukungan internasional funding.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  22:18 WIB
Pergerakan Modal Ventura Lokal Diawasi Investor Global
Ilustrasi - Istimewa
Bagikan

Bisins.com, JAKARTA - Pergerakan perusahaan modal ventura di Indonesia tengah dilirik oleh investor global, seiring iklim pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air yang tergolong makin seksi.

CEO Mandiri Capital Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro mengakui inilah salah satu alasan kenapa beberapa startup Indonesia kini begitu cepat mendapat dukungan pendanaan dari investor global.

Salah satunya fintech wealth management Ajaib, yang bahkan mampu 'naik kelas' menjadi unikorn dalam waktu singkat, karena melewati ronde pendanaan yang nilainya meloncat jauh dari startup lain di seri yang sama.

"Jadi kami dan modal ventura dari luar itu tidak ada merasa sebagai saingan, justru banyak co-investing. Beberapa juga bersifat komplementer, karena investor lokal mayoritas main di early stage, sedangkan investor asing bermain di late stage," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/10/2021).

Eddi menjelaskan bahwa beberapa indikator positif dari para startup Tanah Air semacam ini membuat pemain modal ventura lokal pergerakannya kian diawasi. Pasalnya, investor global tentu menjadikan investor lokal sebagai patokan, sebagai pihak yang paling paham kondisi pasar di dalam negeri.

Senada, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menjelaskan bahwa lonjakan investasi di sektor ekonomi digital yang masuk ke dalam negeri per kuartall III/2021, merupakan indikator bahwa iklim investasi startup teknologi di Indonesia begitu seksi di mata investor.

"Setelah melewati masa ketidakpastian di 2020, investor banyak yang kaget karena ternyata sebagian besar portofolio mereka bullish. Bagi kami sendiri, startup yang berkembang pesat tersebut ada di bidang edtech, healthtech, e-commerce, enabler, fintech, dan B2B," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama media beberapa waktu lalu.

Tak heran, berdasarkan catatan East Ventures, investasi ekonomi digital di Asia Tenggara melejit ke Rp250,5 triliun dari awal tahun sampai kuartal III/2021, jauh melampaui capaian penuh periode 2020 yang hanya Rp123,25 triliun saja.

Dari nilai sepanjang 2021 tersebut, Indonesia menjadi kontributor terbesar ke-2 di Asia Tenggara dengan nilai investasi Rp71,05 triliun sampai kuartal III/2021. Ini pun tergolong melejit, karena nilai investasi sektor ekonomi digital Tanah Air sebelumnya hanya Rp49,3 triliun sepanjang 2019 dan Rp47,85 triliun sepanjang 2020.

Oleh sebab itu, wajar apabila investor asing mulai mengawasi pergerakan modal ventura Tanah Air, terutama yang banyak menjaring startup seed stage seperti East Ventures.

Sebagai gambaran, transaksi East Ventures ke startup seed stage berbanding growth stage sepanjang 2019 mencapai 67 dari 77 transaksi, berlanjut turun ke 39 dari 51 transaksi pada 2020 karena pandemi, dan kini mencapai 38 dari 50 transaksi dari awal tahun sampai kuartal III/2021.

"Jadi kita tidak ada persaingan dengan mereka, karena kita kan invest duluan. Semakin banyak capital flow ke Indonesia justru semakin bagus. Apalagi kalau dibarengi transfer teknologi dan pengetahuan, itu lebih bagus lagi. Startup bisa cepat meningkatkan skalabilitas atau kapabilitas ekspansi, terutama untuk cost kebutuhan edukasi market dan talent acquisition," ungkapnya.

Adapun, Bendahara Amsevindo sekaligus Co-founder & Managing Partner Gayo Capital (Ideosource Green Initiative) Edward Ismawan Chamdani menilai fenomena ini justru positif buat perkembangan industri modal ventura Tanah Air.

"Justru ini membuat ekosistem investasi di startup makin aktif, ramai, dan bisa berkolaborasi, terutama buat modal ventura berlisensi OJK. Bahkan, menurut saya dengan makin banyaknya MV lokal yang makin aktif, peraturan [industri modal ventura] juga kondusif, bisa saja VC luar makin tertarik membuat struktur MV lokal juga," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura StartUp
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top