Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Nataru, Bank BTN (BBTN) Siapkan Dana Tunai Rp18 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengalokasikan dana tunai sebesar Rp18,029 triliun untuk menjamin kebutuhan dana nasabah selama perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  12:47 WIB
Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengalokasikan dana tunai sebesar Rp18,029 triliun untuk menjamin kebutuhan dana nasabah selama perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Corporate Secretary BTN Ari Kurniaman mengatakan dari jumlah tersebut, 25 persen atau sekitar Rp4,507 triliun untuk pengisian mesin ATM. Adapun, sebanyak Rp13,544 triliun atau 75 persen digunakan untuk kas kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas.

“Selama periode 20 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 atau selama 13 hari kalender, total likuiditas dana yang dipersiapkan Bank BTN adalah sebesar Rp18,029 triliun,” ujar Ari Kurniaman dalam keterangan tertulis, yang diterima Bisnis, Jumat (24/12/2021).

Ari menuturkan alokasi uang tunai untuk periode Nataru ini menurun jika dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut disebabkan pengurangan hari libur dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa pengalokasian dana tersebut sudah memperhitungkan peningkatan transaksi Digital Channel Delivery Bank BTN, serta jumlah hari libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/7183/SJ tentang Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 Varian Omicron serta Penegakan Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi.

Edaran yang ditandatangani Mendagri pada 21 Desember 2021 tersebut ditujukan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia sehubungan dengan potensi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Salah satu isi edaran tersebut terkait dengan upaya mengoptimalkan aplikasi Pedulilindungi dalam mencegah penyebaran varian Omicron. Mendagri juga meminta kepada gubernur, bupati, dan walikota untuk mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn Natal dan Tahun Baru
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top