Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Platform Investasi Online, Trust Sekuritas Rancang PINA

PINA memberikan perspektif baru, sebagai wealth-tech yang bukan hanya menyediakan instrumen investasi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  07:00 WIB
PINA Indonesia - pina.id
PINA Indonesia - pina.id

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial klaster wealth management (wealth-tech) PINA Indonesia besutan Trust Sekuritas berupaya memberikan nilai lebih lewat optimalisasi fitur penasihat keuangan alias financial advice

Presiden Direktur Trust Sekuritas sekaligus Co-Founder PINA Indonesia Christian Hermawan menjelaskan bahwa fokus pada pengelolaan keuangan yang lebih komprehensif merupakan upaya PINA membedakan diri dari para kompetitor.

Menurutnya, wealth-tech di telinga masyarakat masih identik sebagai platform penyedia instrumen investasi saja, seperti saham, emas, dan reksa dana. Oleh sebab itu, PINA berupaya memberikan perspektif baru, sebagai wealth-tech yang lebih personal dan bisa menyesuaikan diri dengan financial goals masing-masing pengguna. 

"Karena investasi itu hanyalah salah satu aspek dari wealth management. Jangan lupakan juga ada saving, budgeting, dan tracking. PINA ingin memberikan pendekatan terkait pengelolaan keuangan yang lebih holistik untuk para pengguna," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama media, Selasa (18/1/2022). 

Founder PINA Daniel van Leeuwen menambahkan bahwa pihaknya berupaya menjembatani masyarakat yang masih bingung dalam mengelola keuangan, dan takut salah arah dengan keputusan yang dibuatnya sendiri. 

Sebagai contoh, PINA memberikan kesempatan buat setiap pengguna menyesuaikan sendiri preferensi pengelolaan keuangannya dan apa tujuan finansial yang ingin dicapai, kemudian memberikan berbagai pertimbangan sesuai kemampuan pengguna. 

Termasuk merekomendasikan instrumen-instrumen investasi yang cocok dengan kondisi dan tujuan keuangan pengguna. Namun, PINA juga mengakomodasi pengguna yang berpengalaman untuk memilih portofolionya sendiri sesuai keputusan. 

Adapun, dalam hal budgeting dan tracking, PINA bisa terhubung ke berbagai platform mobile banking perbankan dengan aman. PINA akan memberikan gambaran pengaturan pemasukan dan pengeluaran, serta langkah tepat untuk memonitor kondisi keuangan pribadi. 

"PINA memberikan akses terhadap saran dan informasi, one stop solution. Karena kalau individu datang ke bank, harus punya saldo minimal Rp500 juta dulu baru bank mau memberikan financial advice. PINA bisa memberikan gambaran tersebut. Misalnya, untuk tabungan membeli rumah, mencapai dana darurat, mengumpulkan dana pensiun, dan sebagainya," jelasnya. 

Selain itu, apabila pengguna sebelumnya telah memiliki tabungan, aset fisik, produk keuangan berupa pinjaman, BPJS, asuransi, atau instrumen investasi di tempat lain, PINA pun sanggup mengintegrasikan berbagai informasi tersebut dalam rangka memonitor aset secara utuh. 

Lewat fitur-fitur tersebut, PINA berupaya menjadi platform yang membuat para pengguna atau investor merasa memiliki personal assistant, sehingga pengguna tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi untuk mengatur keuangan. 

Daniel menambahkan bahwa target pengguna utama PINA merupakan kalangan high earner not rich yet alias kelas menengah yang sebenarnya telah memiliki pendapatan yang cukup, namun kerap 'luput' untuk memonitor kondisi keuangannya secara rutin. 

Inilah alasan kenapa PINA juga memiliki fitur PinaClassroom untuk memberikan edukasi finansial yang mudah dimengerti, beserta tips & trik mengelola keuangan dan investasi secara gratis kepada para pengguna. 

"Tanpa budgeting dan tracking, pasti akan ada momen ketika kita sadar, tabungan dan aset kita, kok, segitu-segitu saja, padahal sebenarnya punya gaji cukup. Intinya investasi pun perlu diawali dengan saving dan monitoring secara menyeluruh. PINA berupaya mengakomodasi hal tersebut," tutupnya. 

Sebagai informasi, PINA merupakan bagian dari Trust Sekuritas yang telah memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 1981. Sebagai platform penyedia instrumen saham dan reksa dana, PINA bekerja sama dengan BNI untuk menyediakan Rekening Dana Nasabah (RDN) milik pribadi pengguna. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal sekuritas
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top