Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Bank Jumbo Paparkan Kinerja 2021, Aset Siapa yang Paling Besar?

Tiga bank yang masuk kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti atau KBMI berhasil membukukan kinerja positif sepanjang 2021.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  11:45 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak tiga bank jumbo yang masuk ke jajaran Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti atau KBMI telah unjuk gigi mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan aset yang signifikan sepanjang 2021.

Perlu diketahui, KBMI merupakan model pengelompokan bank berdasarkan modal inti, yang sebelumnya bernama bank umum kegiatan usaha (BUKU), di mana KBMI 4 memiliki modal inti lebih dari Rp70 triliun.

Adapun, ketiga bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Pertumbuhan aset ketiga bank tersebut ditopang dengan naiknya penyaluran kredit sejumlah bank hingga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Berikut ini Bisnis menghimpunnya berdasarkan nilai aset kinerja bank jumbo sepanjang 2021:

  1. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) masih menduduki bank jumbo dengan aset terbesar. Bank Mandiri membukukan aset senilai Rp1.726 triliun atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Adapun, BMRI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 12,8 persen yoy secara konsolidasi menjadi Rp1.291,18 triliun. Pertumbuhan DPK ini utamanya ditopang oleh peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) secara konsolidasi sebesar 19,8 persen yoy yang turut berkontribusi menjaga cost of fund di angka 1,71 persen secara konsolidasi.

Dengan demikian, rasio CASA Bank Mandiri secara konsolidasi meningkat sebesar 407 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 69,7 persen.

Sepanjang 2021, Bank Mandiri berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 28,03 triliun, tumbuh 66,8 persen yoy. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif

  1. BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) berhasil mencetak aset terbesar kedua sepanjang 2021. Emiten bersandi BBCA ini meraih aset sebesar Rp1.228,3 triliun atau tumbuh 14,2 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan DPK, BCA naik 16,1 persen secara yoy menjadi Rp975,9 triliun. Solidnya pendanaan ditopang oleh kepercayaan nasabah serta kemudahan dan keandalan bertransaksi dalam mengembangkan platform perbankan transaksi.

Rasio CASA yang berasal dari giro dan tabungan tumbuh 19,1 persen yoy mencapai Rp767 triliun dan berkontribusi hingga 78,6 persen dari total DPK. Sementara itu, deposito juga tumbuh 6,1 persen yoy menjadi Rp208,9 triliun.

Adapun, BCA dan entitas anak laba bersih sebesar Rp31,4 triliun sepanjang 2021. Perolehan laba tersebut tumbuh 15,8 persen yoy.

  1. BNI

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memiliki aset sebesar Rp964,83 triliun atau tumbuh 14,9 persen yoy.

Sepanjang 2021, emiten bersandi BBNI ini mencetak laba bersih sebesar Rp 10,89 triliun, tumbuh 232,2 persen yoy, atau tiga kali lipat dari profit tahun 2020.

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh DPK yang mencapai Rp729,17 triliun atau tumbuh 15,5 persen secara yoy. Penghimpunan DPK perseroan menguat pada kuartal IV/2021, walaupun suku bunga simpanan terus menurun.

Selanjutnya, rasio CASA BNI masih mendominasi DPK, yang terjaga pada level 69,4 persen dari seluruh DPK. Dengan demikian, CASA emiten BBNI terdongkrak hingga 17,1 persen yoy menjadi Rp506,06 triliun. Pertumbuhan dana murah ini mendorong perbaikan cost of fund dari 2,6 persen pada akhir 2020 menjadi 1,6 persen pada 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca bni perbankan bank mandiri modal inti
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top