Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Ganesha (BGTG) Patok Harga Rights Issue Rp200 per Saham, Rasio 2:1

Bank Ganesha (BGTG) berpotensi meraup dana Rp1,1 triliun dari aksi rights issue sebanyak-banyaknya 5,5 miliar saham pada Maret 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  12:00 WIB
Bank Ganesha (BGTG) Patok Harga Rights Issue Rp200 per Saham, Rasio 2:1
Suasana di kantor Bank Ganesha. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp200 per saham pada Maret 2022. Melalui aksi ini, BGTG akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/2/2022), Bank Ganesha berpotensi meraup dana Rp1,1 triliun. Adapun, rasio HMETD perseroan ditetapkan sebesar 2:1.

Dengan demikian, setiap pemegang 2 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan saham BGTG di BEI pada 24 Februari 2022 mempunyai 1 HMETD. Di mana, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru.

“Tujuan pelaksanaan PMHMETD I adalah untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka pemenuhan modal inti minimum,” demikian yang ditulis dalam prospektus, dikutip Kamis (17/2/2022).

Sementara itu, perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Februari 2022, untuk melakukan penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Dalam aksi itu, PT Equity Development Investment Tbk. sebagai Pemegang Saham Utama dan Pengendali perseroan dengan kepemilikan 29,86 persen menyatakan akan menyerap seluruh haknya sebanyak 1,6 miliar saham atau senilai Rp333,6 miliar.

Namun, setelah alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham, maka PT Equity Development Investment Tbk. akan mengambil sisa saham tersebut dengan jumlah sebanyak-banyaknya 3,33 miliar saham atau senilai Rp666,35 miliar.

BGTG menjadwalkan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum right) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 22 Februari 2022 dan di pasar tunai pada 24 Februari 2022.

Adapun, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex right) di pasar reguler dan pasar tunai jatuh pada 23 Februari 2022 dan 25 Februari 2022 di pasar tunai.

Kemudian, tanggal pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD berlangsung pada 24 Februari 2022 dan satu hari kemudian, yakni 25 Februari menjadi tanggal distribusi HMETD.

Bank Ganesha menjadwalkan periode perdagangan rights issue selama 5 hari kerja, terhitung mulai 1-8 Maret 2022. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Perseroan menyatakan dana yang diperoleh dari hasil PHMETD akan digunakan seluruhnya untuk pemberian kredit, termasuk pemberian kredit dengan layanan digital kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

Namun, apabila dana tersebut belum dapat disalurkan, maka akan ditempatkan pada instrumen Bank Indonesia dan/atau Surat Berharga Negara (SBN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hmetd bank ganesha rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top