Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI (BBRI) Bagikan Dividen Jumbo Senilai Rp26,4 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan rasio dividen tunai sebanyak 85 persen dari perolehan laba bersih perseroan pada 2021 atau Rp26,4 triliun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  17:44 WIB
BRI (BBRI) Bagikan Dividen Jumbo Senilai Rp26,4 Triliun
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Sunarso - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPSTPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebanyak 85 persen dari perolehan laba bersih perseroan pada 2021 atau Rp26,4 triliun.

Sepanjang tahun lalu, emiten bank dengan sandi BBRI ini membukukan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2021, sebesar Rp31,07 triliun.

“85 persen dari laba atau tepatnya Rp26,4 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/3/2022).

Sunarso menambahkan bahwa dengan asumsi adanya treasury stock sebelum cum date, maka dividen yang akan dibagikan sekurang-kurangnya setara dengan Rp174,2 per lembar saham.

“Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu meningkat 76,17 persen dibandingkan dividen per lembar saham tahun 2020, waktu itu sebesar Rp98,9 per lembar saham,” tuturnya.

Di sisi lain, sebanyak 15 persen dari perolehan laba perseroan atau Rp4,65 triliun akan digunakan untuk saldo laba ditahan. Adapun, pemerintah akan menerima dividen sebesar Rp14,04 triliun atas kepemilikan 53,19 persen saham perseroan.

Sebagai catatan, pada tahun lalu dividen yang dibagikan BRI sebesar Rp12,1 triliun atau 65 persen dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35 persen atau sebesar Rp6,5 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Adapun, pada 2020, dividen yang dibagikan sebesar Rp20,62 triliun atau 60 persen dari laba bersih tahun 2019 yakni sebesar Rp34,37 triliun. Selanjutnya, tahun 2019, dividen yang dibagikan Rp16,18 triliun atau 50 persen dari laba bersih 2018, yakni Rp32,35 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen rupst rupst
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top