Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belajar ‘Seni’ Melepas Kredit ala Bos BCA (BBCA) Jahja Setiaatmadja

Ada seni dalam menyalurkan kredit perbankan. Alih-alih untung, menggelontorkan kredit secara tidak hati-hati justru bisa membuat bank buntung.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Mei 2022  |  17:27 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja.  - BCA
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja. - BCA

Bisnis.com, JAKARTA – Ada seni dalam menyalurkan kredit perbankan. Alih-alih untung, menggelontorkan kredit secara tidak hati-hati justru bisa membuat bank buntung.

Begitu kira-kira yang disampaikan Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja. Menurutnya, penyaluran kredit di BCA tidak dilakukan secara sembarang. Prinsip kehati-hatian wajib dipegang bank guna menjaga kepercayaan nasabah.

“Jadi, jangan anggap kami malas lepas kredit, tetapi melepas kredit itu ada seninya. Harus pada saat yang tepat, pada saat yang diperlukan orang yang bisa mengelola secara baik,” ujar Jahja dalam satu diskusi baru-baru ini.

Jahja mengungkapkan hal itu ketika disinggung terkait rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan yang mencapai level terendah, yakni 60,5 persen pada kuartal I/2022. Sebagai konteks, LDR yang ideal bagi perbankan di kisaran 78 persen – 92 persen.

“Karena kalau hanya lepas kredit, oh, gampang. Kami mau LDR naik ke 85 persen gampang. Tapi, ya itu, kualitasnya. Itu yang kami jaga selalu,” lanjutnya.

Jahja menilai menjaga kualitas kredit tidak mudah. Tecermin ketika ekonomi Indonesia berada di jalur negatif. Penyebab kerugian itu lantaran penyediaan kredit yang besar, tetapi kemudian rontok tergilas pandemi. “Itu kenapa kita harus hati-hati melepas kredit.”

Sebagai catatan, emiten bank berkode saham BBCA ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit di awal tahun 2022. Sampai dengan kuartal I/2022, penyaluran kredit BCA mencapai Rp637,1 triliun, naik 8,6 persen secara year-on-year (yoy).

Jahja mengatakan pertumbuhan kredit sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. Alhasil, pertumbuhan kredit terjadi di semua segmen termasuk kredit bisnis dan konsumsi.

Kredit korporasi BCA tercatat naik 9,2 persen yoy mencapai Rp286,9 triliun per Maret 2022. Kredit ini menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA. Seiring dengan aktivitas bisnis yang baik, kredit komersial dan UKM turut naik 8,2 persen yoy menjadi Rp188,8 triliun.

Sementara itu, pertumbuhan kredit tertinggi dicatatkan segmen KPR yang tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp 98,2 triliun. Kredit kendaraan bermotor (KKB) BCA mencetak rebound dengan capaian Rp41,6 triliun atau naik 3,6 persen sepanjang Januari – Maret 2022.

Adapun, saldo outstanding kartu kredit tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp12,0 triliun. sementara itu, total portofolio kredit konsumer mencapai Rp154,8 triliun, naik 7,6 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan bbca
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top