Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Umumkan Hasil Rapat Siang Ini, Mayoritas Ekonom Yakin Suku Bunga Tetap 3,50 Persen

Dari konsensus 30 ekonom dan lembaga yang disurvei Bloomberg, mayoritas ekonom memperkirakan suku bunga BI akan tetap berada di level 3,5 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  09:20 WIB
BI Umumkan Hasil Rapat Siang Ini, Mayoritas Ekonom Yakin Suku Bunga Tetap 3,50 Persen
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia akan mengumumkan penetapan suku bunga acuan untuk periode Mei-Juni 2022, pada siang ini pukul 14.00 WIB, Selasa (24/5/2022).

Dari konsensus 30 ekonom dan lembaga yang disurvei Bloomberg, mayoritas ekonom memperkirakan suku bunga akan tetap berada di level 3,5 persen. Sebanyak 11 ekonom meyakini suku bunga akan naik.

Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz mengatakan ruang pelonggaran masih terbuka seiring dengan tingkat inflasi yang masih rendah, serta volatilitas nilai tukar rupiah yang terjaga.

Dia menuturkan dari sisi eksternal, harga komoditas ekspor juga masih tinggi, sehingga neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus. “Ditambah lagi pemerintah tidak jadi menaikkan harga Pertalite, sehingga BI masih mempertahankan bunga,” katanya.

Selain itu, transaksi berjalan yang mencatatkan surplus pada kuartal I/2022 karena ditopang oleh harga komoditas ekspor yang tinggi akan menjadi bantalan bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil meski cenderung akan terdepresiasi.

Irman memperkirakan, dengan kondisi perekonomian saat ini, BI paling cepat akan menaikkan suku bunga acuan pada kuartal III/2022, dengan syarat tingkat inflasi inti juga meningkat.

Sinyal BI akan menahan suku bunga juga makin jelas. Pasalnya, pemerintah telah memutuskan menambah anggaran subsidi energi dan menambah alokasi perlindungan sosial melalui APBN Perubahan 2022, diharapkan dapat menjaga daya tahan konsumsi di tengah ancaman kenaikan inflasi.

Alhasil, ekspektasi inflasi yang terkendali dan Bank Indonesia pun memiliki keleluasaan untuk menetapkan kebijakan moneter yang pro pada pertumbuhan ekonomi, bukan berpihak pada indeks harga konsumen (IHK) sebagaimana menjadi tren otoritas moneter di banyak negara.

Rilis BI dapat disaksikan di kanal YouTube Bank Indonesia, serta sosial media bank sentral di Facebook dan Instagram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia suku bunga acuan rdg
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top