Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Agresif Naikkan Suku Bunga 75 Bps, BI Segera Menyusul?

The Fed juga memberi sinyal kemungkinan akan ada kenaikan dengan jumlah yang sama pada pertemuan FOMC berikutnya. Lantas, bagaimana dengan kebijakan moneter Bank Indonesia?
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — The Fed, bank sentral Amerika Serikat (AS), kembali bergerak agresif menaikkan suku bunga (Federal Funds Rate) sebesar 75 basis poin pada pertemuan FOMC 14-15 Junii 2022.

The Fed juga memberi sinyal kemungkinan akan ada kenaikan dengan jumlah yang sama pada pertemuan FOMC berikutnya.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga di AS akan terus bergantung pada data yang masuk dan prospek ekonomi yang berkembang. Dengan kondisi ekonomi saat ini, kenaikan 50 hingga 75 basis poin (bps) mungkin terjadi pada bulan depan.

The Fed memperkirakan tingkat inflasi akan meningkat lebih tinggi, menjadi sebesar 5,2 persen pada 2022, naik dari proyeksi sebelumnya 4,3 persen.

Faisal berpandangan, kenaikan suku bunga yang agresif oleh the Fed tersebut tidak akan diikuti oleh bank sentral di Indonesia.

“Seperti yang diharapkan, the Fed mengambil tindakan yang lebih agresif dalam memerangi inflasi. Namun, kami tetap melihat BI tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan,” katanya, Kamis (16/2/2022).

Hal ini dikarenakan, kata Faisal, kondisi ekonomi domestik, khususnya tingkat inflasi masih terkendali. Di sisi lain, harga komoditas global yang melonjak masih menopang kinerja ekspor Indonesia dan memperpanjang rangkaian surplus perdagangan, sehingga mendorong surplus pada transaksi berjalan.

“Hal ini dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sampai batas tertentu,” jelas Faisal.

Untuk mendukung stabilitas, dia berpandangan BI akan lebih gencar meningkatkan Giro Wajib Minimum (GWM). Oleh karena itu, BI diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 3,5 persen pada Juni 2022.

Kenaikan suku bunga acuan BI akan sangat bergantung pada kondisi inflasi yang diperkirakan meningkat secara fundamental pada semester II/2022.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan maksimum 4,25 persen pada 2022. Sementara itu, kami melihat langkah-langkah makroprudensial akan tetap akomodatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper