Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Outstanding Pinjaman Fintech P2P Lending Rp44 Triliun per Juni 2022

OJK mencatat Outstanding pinjaman Fintech P2P Lending capai Rp44 Triliun per Juni 2022.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  12:13 WIB
Outstanding Pinjaman Fintech P2P Lending Rp44 Triliun per Juni 2022
Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol) - Samsung.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pinjaman industri teknologi finansial pendanaan bersama alias fintech peer-to-peer (P2P) lending pada Juni 2022 mencapai Rp44 triliun.

"Fintech P2P lending pada Juni 2022 mencatatkan pertumbuhan outstanding pinjaman sebesar 89,7 persen yoy, atau meningkat sebesar Rp4,17 triliun, sehingga nilai outstanding pinjaman pada bulan Juni 2022 mencapai Rp44 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar melalui siaran pers, dikutip Jumat (29/7/2022).

Sementara itu, OJK juga mencatatkan pertumbuhan nilai piutang pembiayaan di sektor perusahaan pembiayaan sebesar 4,98 persen year-on-year (yoy) pada Juni 2022. Nilai piutang pembiayaannya mencapai Rp405,95 triliun pada Juni 2022. Adapun, rasio non-performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,81 persen.

Dari sisi permodalan, lembaga jasa keuangan juga mencatatkan permodalan yang semakin membaik, termasuk perusahaan pembiayaan. Gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,98 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Secara keseluruhan, OJK menilai stabilitas sistem keuangan sampai saat ini tetap terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus tumbuh di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan ekonomi global.

Kerja pengaturan dan pengawasan yang solid akan terus dilakukan OJK untuk menjaga stabilitas industri jasa keuangan dengan senantiasa memonitor perkembangan perekonomian global dan domestik setiap waktu.

"OJK akan terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal serta dampak rentetannya terhadap stabilitas sistem keuangan," kata Mahendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech OJK
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top