Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suku Bunga Acuan Naik, Ini Cara CNAF Jaga Kredit Mobil Kompetitif

Bagi pemain pembiayaan, suku bunga acuan naik akan berdampak terhadap semakin mahalnya cost of fund pendanaan yang berasal dari pinjaman perbankan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  18:04 WIB
Suku Bunga Acuan Naik, Ini Cara CNAF Jaga Kredit Mobil Kompetitif
Karyawan beraktivitas di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT CIMB Niaga Auto Finance atau CIMB Niaga Finance (CNAF) mencoba bertahan untuk tetap menawarkan bunga pembiayaan kompetitif kepada calon konsumen, lewat strategi pengenaan bunga berbasis risiko (risk based pricing).

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen pada Selasa (23/8/2022). Bagi pemain pembiayaan, kebijakan ini akan berdampak terhadap semakin mahalnya cost of fund pendanaan yang berasal dari pinjaman perbankan.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan setidaknya masih ada sekitar satu bulan untuk tetap menawarkan bunga pembiayaan terkini. Setelah itu, CNAF akan mulai meracik harga jual yang tepat sesuai koridor risk based pricing.

"Sampai saat ini pendanaan kami berasal dari mitra perbankan, termasuk induk usaha. Mungkin dalam waktu dekat sudah keluar notifikasi soal kenaikan bunga dari fasilitas pinjaman yang kami terima. Oleh karena itu, risk based pricing ini akan jadi senjata kami untuk tetap kompetitif," ujarnya ketika ditemui selepas acara, Rabu (24/8/2022).

Aris menjelaskan risk based pricing bertujuan mengakomodasi debitur yang memiliki profil risiko rendah berkesempatan mendapatkan pengenaan bunga yang lebih ringan. Bahkan, para debitur berisiko rendah ini besar kemungkinan tidak terkena era kenaikan bunga pembiayaan.

"Ini akan menjadi penawaran menarik bagi debitur, sekaligus menguntungkan buat CNAF. Karena bagi kami, harga jual yang lebih murah buat tipe debitur berkualitas bagus itu terkompensasi dari sisi biaya operasional," tambahnya.

Namun, Aris mengakui era kenaikan suku bunga acuan ini akan memberikan tantangan bagi pihaknya dari sisi potensi lesunya penyaluran pembiayaan baru, tingkat profitabilitas yang menurun, dan kenaikan non-performing financing (NPF).

"Kalau pada awal tahun ini target pembiayaan kami cukup agresif sampai menembus Rp10 triliun, sekarang kami coba turunkan sedikit menjadi lebih realistis. Karena bukan hanya dari sisi kenaikan suku bunga saja, tantangan yang nantinya akan lebih terasa buat kami, para pemain pembiayaan, itu kalau nanti jadi ada kenaikan harga BBM," jelas Aris.

Sebagai gambaran, penyaluran pembiayaan baru CNAF per Juni 2022 mencapai Rp4,47 triliun, tumbuh 103,2 persen (year-on-year/yoy) ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Terbagi dalam produk pembiayaan mobil bekas Rp1,79 triliun, mobil baru Rp1,46 triliun, dan refinancing Rp1,2 triliun.

Saat ini total aset CNAF telah mencapai Rp6,49 triliun dengan komponen piutang pembiayaan Rp5,74 triliun. Return on asset (ROA) mencapai 8,25 persen, sementara return on equity (ROE) naik pesat ke 24,87 persen, serta NPF terjaga di 0,92 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

CIMB Niaga Auto Finance multifinance suku bunga acuan kredit kendaraan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top