Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi Perlambatan Ekonomi, Qoala Siapkan Sejumlah Strategi

Qoala menilai perusahaan insurtech pada tahun depan akan lebih berhati-hati seiring dengan potensi perlambatan ekonomi yang dipengaruhi resesi global.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 19 November 2022  |  13:14 WIB
Hadapi Perlambatan Ekonomi, Qoala Siapkan Sejumlah Strategi
Ilustrasi perusahaan insurtech Qoala - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Qoala, startup insurance technology (insurtech) yang berbasis di Indonesia menilai pelambatan ekonomi pada tahun depan yang dipengaruhi oleh proyeksi resesi global akan menghambat laju bisnis perusahaan.

Di sisi lain, Qoala telah menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan tahun depan. Co-Founder & Deputy CEO Qoala Tommy Martin mengatakan, dalam menghadapi kondisi perlambatan ekonomi pada tahun depan, perusahaan insurtech khususnya Qoala akan melakukan strategi pengelolaan lini bisnis dan pengaturan keuangan yang lebih hati-hati dengan fokus utama pada keuntungan perusahaan.

“Potensi perlambatan ekonomi tentunya berdampak kepada industri teknologi, termasuk insurtech dari sisi pengembangan bisnis dan juga akses pada pendanaan. Namun dengan strategi yang tepat, perusahaan akan mampu mengelola bisnis dengan baik,” ujar Tommy kepada Bisnis, Sabtu (19/11/2022).

Tommy menambahkan, proyeksi pelambatan ekonomi pada tahun depan juga menjadi suatu kesempatan bagi perusahaan insurtech untuk fokus pada pembenahan metriks internal perusahaan supaya dapat menjadi perusahaan yang lebih sustainable.

Qoala menargetkan pertumbuhan 3 kali lipat pada tahun ini. Seiring dengan pertumbuhan ini, Qoala pun terus berupaya untuk melakukan berbagai inovasi untuk mengurangi hambatan dalam mengakses asuransi.

Adapun hingga sampai saat ini, pertumbuhan bisnis Qoala sudah mencapai 30 kali lipat dan menjadi perusahaan insurtech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan ini didukung oleh pendanaan seri A pada April 2020 lalu.

Pada tahun ini pun Qoala baru saja meraih pendanaan seri B sebesar US$65 juta, jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp1 triliun. Pendanaan ini dipoeroleh dari perusahaan investasi asal Eropa yakni Eurazeo beserta existing investor.

“Kami akan berinvestasi lebih jauh untuk memperluas jangkauan Qoala di seluruh Asia Tenggara, termasuk dalam pengembangan teknologi dan pelayanan untuk membantu mengurangi hambatan dalam mengakses asuransi, yang saat ini masih signifikan,” ujar dia.

Sebagai informasi, Qoala sampai saat ini telah menawarkan berbagai produk asuransi yang bervariasi, yakni asuransi smartphone, asuransi mobil, asuransi motor, asuransi kesehatan, asuransi santunan tunai atau hospital cash plan (HCP), asuransi jiwa, asuransi penyakit tropis, dan asuransi perjalanan.

“Sesuai dengan fokus kami untuk memperluas akses asuransi masyarakat Indonesia hingga Asia Tenggara, kami akan berupaya untuk terus berkolaborasi dengan perusahaan asuransi rekanan untuk lebih banyak lagi menyediakan berbagai jenis produk asuransi yang kiranya diperlukan oleh masyarakat,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp investasi startup startup perusahaan startup Bisnis Startup Resesi resesi ekonomi
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top