Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AS Krisis Perbankan, BI Yakin Penyaluran Kredit RI Tetap Kuat

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis penyaluran kredit di Indonesia tetap kuat, meski terjadi krisis perbankan di Amerika Serikat (AS).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberi kata sambutan pada pembukaan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi  Pangan (GNPIP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/3/2023). JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberi kata sambutan pada pembukaan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/3/2023). JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis stabilitas sektor keuangan Indonesia akan tetap terjaga ke depan. Salah satu indikatornya, yaitu penyaluran kredit yang tetap kuat. 

Namun demikian, BI tetap mewaspadai tantangan yang dapat muncul ke depan, baik dari risiko perlambatan ekonomi dunia, berlanjutnya krisis perbankan di Amerika Serikat (AS), juga pengetatan pasar keuangan global.

“Ke depan stabilitas sistem keuangan diperkirakan tetap terjaga, penyaluran kredit akan tetap kuat ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang tinggi,” katanya dalam acara Peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan No. 40 pada Rabu (10/5/2023).

Sejalan dengan itu, inklusi ekonomi dan keuangan diperkirakan terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan positif penyaluran kredit dari perbankan kepada UMKM.

Perry mengatakan, dalam mendukung stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, BI secara konsisten menempuh kebijakan makroprudensial yang longgar.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif tersebut dibarengi dengan kebijakan moneter yang terus diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian, juga kebijakan di bidang sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Untuk itu, Perry mengatakan sinergi kebijakan akan terus diperkuat, terutama di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), baik dalam rangka memperkuat pencegahan krisis maupun dalam mendorong kredit atau pembiayaan ke sektor riil.

“Koordinasi juga dilakukan baik dengan otoritas sektor keuangan, dengan para pelaku sektor keuangan, baik bank maupun nonbank, juga dunia usaha, semua diarahkan untuk terus mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi nasional,” jelas Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper