Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Meski Rupiah Tembus Rp16.200, BI Perkirakan Inflasi Melandai Usai Lebaran

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Mei 2024 sebesar 146,1, menurun posisii April yang mencapai 165,9.
Peternak memberi pakan pada ayam ras petelur di Serpong, Tangerang Selatan. Telur merupakan salah satu komponen yang dihitung dalam penentuan inflasi. Bisnis/Himawan L Nugraha
Peternak memberi pakan pada ayam ras petelur di Serpong, Tangerang Selatan. Telur merupakan salah satu komponen yang dihitung dalam penentuan inflasi. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Tekanan inflasi diperkirakan menurun pada Mei dan Agustus 2024 mendatang seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat setelah Lebaran. Survei yang diselenggarakan Bank Indonesia ini terjadi di tengah melonjaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga menembus Rp16.200.

Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Mei 2024 tercatat sebesar 146,1, jauh menurun dari April 2024 yang mencapai 165,9.

“Perkiraan penurunan IEH Mei 2024 terutama seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat pasca Idulfitri,” kata Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, Rabu (17/4/2024).

Lebih lanjut, Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Agustus juga tercatat menurun menjadi sebesar 136,9, dari bulan sebelumnya yang sebesar 146,7.

Sebagaimana diketahui, laju inflasi di dalam negeri kembali meningkat dan mencapai 0,52% secara bulanan atau 3,05% secara tahunan pada Maret 2024.

Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi harga bergejolak atau volatile food yang mencapai 10,33% secara tahunan pada periode tersebut. Secara bulanan, inflasi volatile food mencapai 2,16%.

Peningkatan inflasi pada komponen ini disumbang terutama oleh inflasi komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras. 

Pada kesempatan sebelumnya, Erwin mengatakan bahwa peningkatan harga komoditas pangan, terutama beras dipengaruhi oleh faktor musiman periode Ramadan dan pergeseran musim tanam akibat dampak El-Nino. 

BI memperkirakan inflasi volatile food akan kembali menurun seiring dengan peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian inflasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

“Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024,” kata Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper