Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Mandiri Guyur Kredit Sindikasi US$845 Juta, Sasar Sektor Baterai Kendaraan Listrik

Bank Mandiri sebagai MLA telah membentuk kredit sindikasi dengan limit sebesar US$845 juta sepanjang kuartal I/2024.
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Jumat (22/9/2023). Bisnis
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Jumat (22/9/2023). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar US$845 juta pada kuartal I/2024. Adapun, kredit sindikasi tersebut terutama menyasar sektor terkait baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Mengacu laporan Bloomberg Table League, dari sisi mandated lead aranger (MLA), total nilai kredit sindikasi yang disalurkan oleh lembaga keuangan di Indonesia pada kuartal I/2024 telah mencapai US$3,42 miliar.

Sementara itu, Bank Mandiri mencatatkan pangsa pasar atau market share paling dominan yakni 24,7% dari total volume kredit sindikasi di Indonesia tersebut.

SVP Corporate Banking 4 Group Bank Mandiri Erwanza Nirwan mengatakan bila dirinci secara total, Bank Mandiri sebagai MLA telah membentuk kredit sindikasi dengan limit sebesar US$845 juta sepanjang kuartal I/2024.

“Hal ini mencerminkan dedikasi Bank Mandiri dalam memberikan dukungan finansial yang andal dan terdepan di Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Erwanza dalam keterangan tertulis pada Senin (3/6/2024).

Penyaluran kredit sindikasi BMRI menyasar beberapa sektor di antaranya sektor energi, utilities, serta manufaktur. 

Selain itu, Bank Mandiri memberikan dukungan pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki rencana kegiatan usaha berkelanjutan, baik dalam hal peningkatan nilai jual hasil produk akhir terutama produk-produk komoditas yang berkontribusi pada pengembangan ekosistem teknologi baterai EV.

Sebelumnya, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin mengatakan potensi penyaluran kredit sindikasi pada tahun ini masih besar. Hal ini didorong oleh sejumlah kondisi. 

Bank misalnya masih hadapi masalah risiko kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) pasca restrukturisasi pandemi Covid-19. Bank berupaya menjaga risiko kreditnya dan ketika ingin membiayai proyek besar, sindikasi menjadi salah satu cara karena bank bisa berbagi risiko. 

Selain itu, pasca pandemi Covid-19, mulai ada perbaikan kondisi keuangan pada sejumlah sektor seperti manufaktur dan perdagangan.

"Sektor pertambangan dan energi juga mulai menjanjikan setelah pemerintah menggencarkan hilirisasi. Itu memunculkan peluang kredit investasi, modal kerja yang besar, dan membuka peluang kredit sindikasi," tutur Amin kepada Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper