Revisi arsitektur perbankan serisui perlindungan nasabah

 
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 22 September 2011  |  15:23 WIB

 

JAKARTA: Bank Indonesia mengungkapkan revisi arsitektur perbankan Indonesia salah satunya akan fokus pada pentingnya perhatian manajemen risiko pada perlindungan nasabah.
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Kebijakan Stabilitas dan Pengaturan Muliaman Darmansyah Hadad mengungkapkan fokus tersebut salah satunya karena isu perlindungan nasabah masih sangat terbatas di arsitektur perbankan Indonesia (API) yang telah ada.
 
"Saya kira isu perlindungan nasabah perbankan relatif terbatas di API yang lama. Ke depan kami akan tambahkan porsi yang lebih banyak bagaimana perhatian kita dalam aspek perlindungan nasabah," jelasnya hari ini.
 
Menurutnya berbagai perubahan serta agenda terbaru dari industri perbankan menuntut perubahan prioritas dan desain sebagai. Sebab itu rancangan API dharapkan dapat menjawab persoalan nasabah perbankan.
 
Muliaman mencontohkan salah satu persoalan kurangnya perhatian bank terhadap nasabah muncul pada saat krisis 1998. Pada saat itu banyak nasabah marah kepada bank karena produk investasinya mengalami kerugian.
 
"Salah satunya adalah edukasi finansial. Banyak nasabah yang marah pada 1998 karena rugi salah satunya diakibatkan oleh terbatasnya penjelasan bank," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, agar hal semacam itu tak lagi menjadi persoalan maka Bank Sentral harus menekankan kepada perbankan nasional untuk fokus pada manajemen risiko, tidak hanya bagi internal bank tetapi juga kepada nasabah perbankan.
 
Muliaman menambahkan bentuk konkrit dari rencana itu adalah penggodokan rancangan wealth management dan management fraud yang direncanakan terbit pada tahun ini. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top