Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bunga penjaminan simpanan turun menjadi 6,75%

JAKARTA: Lembaga Penjamin Simpanan menurunkan suku bunga wajar penjaminan simpanan denominasi rupiah sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%, sehari setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.Namun, penurunan bunga penjaminan tak sebesar bunga acuan
Saeno
Saeno - Bisnis.com 11 November 2011  |  22:30 WIB

JAKARTA: Lembaga Penjamin Simpanan menurunkan suku bunga wajar penjaminan simpanan denominasi rupiah sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%, sehari setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.Namun, penurunan bunga penjaminan tak sebesar bunga acuan yang dipangkas sebesar 50 basis poin menjadi 6,0%. Bunga wajar penjaminan simpanan valas juga turun 25 basis poin menjadi 1,75% dan bunga penjaminan wajar rupiah untuk bank perkreditan rakyat turun 25 basis poin menjadi 9,75%.Kebijakan itu berlaku mulai 15 November 2011--14 Januari 2012.Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan perubahan tingkat bunga penjaminan didasari beberapa pertimbangan, seperti kondisi perbankan yang masih menunjukkan perkembangan yang positif."Selain itu, adanya tekanan deflasi pada Oktober 2011 serta tingkat inflasi 2011 diperkitakan tidak melampaui target inflasi yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, sore ini.Dia menambahkan ketentuan LPS, apabila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga wajar, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.Kemarin, BI memangkas suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 6,0%, menyentuh level terendah sepanjang sejarah moneter nasional. Pemangkasan dilakukan sebagai relaksasi pertumbuhan ekonomi dari dampak krisis global dan rendahnya ekspektasi inflasi.Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan penurunan BI Rate didasarkan kepada keyakinan inflasi tahun ini mencapai sekitar 4%, sehingga memberikan sinyal positif ke pasar bahwa perekonomian dikelola dengan baik.“Ekonomi terkelola secara baik, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi 6,5%, tapi disertai inflasi yang rendah. Tahun depan inflasi juga masih terkendali di sekitar 5% sehingga suku bunga riil 1% dirasakan cukup tinggi,” ujarnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top