Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI akan paksa bank turunkan bunga kredit

JAKARTA: Bank Indonesia berjanji akan ‘memaksa’ bank menurunkan bunga kredit setelah suku bunga acuan dipangkas hingga level terendah sepanjang sejarah moneter nasional. Bank sentral akan mengawal penurunan bunga kredit melalui rencana bisnis
Saeno
Saeno - Bisnis.com 11 November 2011  |  21:16 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia berjanji akan ‘memaksa’ bank menurunkan bunga kredit setelah suku bunga acuan dipangkas hingga level terendah sepanjang sejarah moneter nasional. Bank sentral akan mengawal penurunan bunga kredit melalui rencana bisnis bank.Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan akan mendorong perbankan untuk menurunkan bunga kredit. Menurutnya, pemangkasan BI Rate langsung 50 basis poin menjadi 6,0% merupakan langkah cepat mendorong bunga kredit turun.Langkah cepat untuk mendorong penurunan bunga kredit, lanjutnya, akan dilakukan melalui rencana bisnis bank (RBB). Bank harus memasukan recana aksi untuk memangkas bunga kredit atau efisiensi dalam menjalankan bisnis.“Jangan lupa bank-bank akan memasukkan RBB mulai akhir bulan ini. Ini berlangsung sampai Desember, kami bertekad untuk mencermati RBB masing-masing bank,” ujarnya di Jakarta, hari ini.Menurutnya, penurunan bunga kredit tidak bisa hanya melalui pemangkasan BI Rate dan publikasi suku bunga dasar, tetapi harus dikawal langsung tiap bank.“Kami tidak bisa lagi sekedar menurunkan policy rate, kemudian lihat-lihat SBDK [suku bunga dasarnya] kemudian kami berharap mereka menurunkan lending rate. Tidak!” tegasnya.Kredit perbankan hingga September 2011 naik 25,3% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya menjadi Rp2.108,6 triliun. Bahkan, pada Oktober meningkat mencapai 26%. Pertumbuhan itu, sejauh ini melebihi rencana bisnis bank yang ditargetkan naik 23,8%.Tingginya pertumbuhan kredit dalam enam bulan terakhir memacu bank untuk mengumpulkan likuiditas. Dana pihak ketiga pada September tercatat tumbuh 18,7% menjadi Rp2.545 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan Agustus yang tumbuh sebesar 17,5%.Persaingan pengumpulan likuiditas untuk mengantisipasi mismatch, turut memicu kenaikan suku bunga dana. Deposito jangka satu bulan pada September naik tipis 3 basis poin menjadi 6,83% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.Kenaikan bunga dana itu lambat laun bisa mengerek bunga kredit, meskipun inflasi rendah dan BI Rate menurun. Rata-rata bunga dasar kredit pada September turun tipis  menjadi 12,07% dari bulan sebelumnya 12,17%. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top