KINERJA BANK: Pembiayaan BRI Syariah Bandung naik 19%

BANDUNG: Penyaluran pembiayaan Bank BRI Syariah Bandung per triwulan I/2012 tumbuh sekitar 19% dengan dominasi pinjaman tersalur kepada debitur pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ritel.Pemimpin Cabang Induk Bandung Bank BRI Syariah Rois
News Editor | 17 April 2012 17:01 WIB

BANDUNG: Penyaluran pembiayaan Bank BRI Syariah Bandung per triwulan I/2012 tumbuh sekitar 19% dengan dominasi pinjaman tersalur kepada debitur pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ritel.Pemimpin Cabang Induk Bandung Bank BRI Syariah Rois M. Iyon mengatakan penyaluran pembiayaan untuk pelaku UMKM terus tumbuh seiring dengan membesarnya kebutuhan modal usaha ataupun investasi."Kami melihat ada tren pertumbuhan pembiayaan, walaupun pada tiga bulan pertama 2012 masih terhitung belum terlalu cepat," katanya kepada Bisnis, hari ini.Dia mengatakan pada periode Januari-Februari, bank biasanya baru mulai penetrasi sehingga belum terlalu agresif melempar pembiayaan.Pertumbuhan penyaluran pinjaman baru terlihat lebih cepat setelah memasuki Maret. Pada periode tersebut, lanjutnya, rata-rata pelaku usaha mulai membutuhkan injeksi dana untuk ekspansi.Rois mengatakan risiko ekspansi pembiayaan kepada pelaku UMKM masih terkendali, terlihat dari rasio pinjaman bermaslah (NPF) yang masih di bawah 1%.Pada 2011, penyaluran pembiayaan BRI Syariah Bandung untuk pelaku usaha mikro, ritel dan consumer  tercatat sebesar Rp234 miliar. Dari realisasi tersebut, sekitar Rp62 miliar tersalurkan kepada debitur pelaku usaha mikro.Sepanjang tahun ini, bank syariah tersebut mematok target penyaluran pinjaman bagi pelaku usaha mikro tumbuh 129% menjadi Rp142 miliar."Daya beli masyarakat saat ini masih bagus. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan pinjaman masih besar sekaligus kualitasnya terjaga, termasuk bagi debitur pelaku usaha mikro," ujarnya.Rois mengatakan banknya menerapkan empat strategi dalam ekspansi pinjaman bagi pelaku usaha, yaitu memiliki produk unggul, menerapkan bagi hasil secara kompetitif, percepatan proses pencairan pembiayaan, dan melengkapi sumber daya manusia (SDM)."Faktor SDM berperan cukup penting, terutama untuk menjalankan model bisnis perusahaan. Faktor lainnya ialah menunjang proses monitoring dan pemetaan potensi pasar," ujarnya.Rois mengatakan strategi lain banknya dalam menggenjot kinerja keuangan ialah menambah jumlah jaringan kantor. Tujuannya agar penetrasi menjadi lebih lusa sekaligus meningkatkan daya saing.Hingga akhir tahun, bank syariah tersebut berencana membuka jaringan kantor antara lain di Kota Bandung, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Sumedang.BRI Syariah Bandung saat ini memiliki 9 unit jaringan kantor yang fokus menggarap pembiayaan mikro. (k35) 

Sumber : Roberto Purba

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top