KASUS BANK JATIM: BI tidak lakukan pemeriksaan khusus kepada manajemen

JAKARTA: Bank Indonesia tidak melakukan pemeriksaan khusus terhadap manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur terkait dua kasus kerugian yang terjadi di cabang Sumenep dan HR Muhammad senilai Rp50 miliar.“Untuk itu [ kasus Bank Pembangunan
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 23 April 2012  |  16:11 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia tidak melakukan pemeriksaan khusus terhadap manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur terkait dua kasus kerugian yang terjadi di cabang Sumenep dan HR Muhammad senilai Rp50 miliar.“Untuk itu [ kasus Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur/Bank  Jatim] kami hanya melakukan pengawasan rutin biasa,” ujar Sarwanto, Deputi Pemimpin BI Surabaya Bidang Pengawasan Perbankan kepada Bisnis hari ini Senin 23 April 2012.BI Surabaya bertanggungjawab atas pengawasan bank yang berada di wilayah Jawa Timur, termasuk Bank Jatim yang berkantor pusat di Surabaya.Meski demikian Sarwanto enggan untuk membeberkan apa saja rekomendasi yang diberikan BI kepada Bank Jatim. “Karena itu sudah menyangkut individu maka kami tidak bisa umumkan kepada masyarakat. Itu sudah menjadi sumpah rahasia jabatan kami di BI,” ujarnya.Sarwanto mengatakan klarifikasi terhadap manajemen Bank Jatim terus dilakukan untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus yang terjadi pada bank yang berencana untuk go public pada pertengahan tahun iniMeski demikian, dia mengatakan kejadian yang terjadi sebenarnya berbeda dengan pemberitaan di sejumlah media massa yang menyatakan telah terjadi pembobolan dana akibat kredit fiktif.Dalam beberapa pekan ini tersebar berita bahwa terjadi pembobolan dana di Bank Jatim dengan modus kredit fiktif yang terjadi pada cabang Sumenep dan cabang HR Muhammad dengan nilai Rp50 miliar.Namun, Gubernur Jatim sekaligus Komisaris Utama Bank Jatim Sukarwo membantah hal tersebut dan meluruskan informasi bahwa yang terjadi di cabang HR Muhammad adalah murni urusan bisnis."Bukan kredit fiktif, tetapi murni urusan B [business] to B [business] yang menyangkut masalah pinjaman dengan agunan," ujar pria yang dikenal dengan sebutan Pakde Karwo, seperti dikutip dari Antara.Sukarwo menambahkan persoalan yang terjadi pada cabang HR Muhammad sedang dalam proses penyelesaian. Sementara itu untuk kasus di cabang Sumenep saat ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian karena masuk ranah pidana penipuan."Situasi Bank Jatim masih sehat dan tidak ada masalah yang mengkhawatirkan, jadi nasabah tidak usah khawatir," kata Sukarwo.Sementara itu, Polda Jatim telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus dugaan kredit fiktif yang merugikan Bank Jatim hingga Rp50 miliar."Silakan konfirmasi ke pimpinan, karena timnya sudah terbentuk, tapi masih sebatas pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan)," kata Kasubdit Mondev Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Indarto. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top