Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT BANK: Industri olahan serap mayoritas pinjaman

SURABAYA: Pertumbuhan outstanding  kredit perbankan yang beroperasi di Jatim per Maret 2012 mulai stabil di kisaran Rp3 triliun setelah sempat terkoreksi Rp3,09  triliun pada Januari 2012 dengan dominasi pinjaman ke industri pengolahan.Data
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  12:56 WIB

SURABAYA: Pertumbuhan outstanding  kredit perbankan yang beroperasi di Jatim per Maret 2012 mulai stabil di kisaran Rp3 triliun setelah sempat terkoreksi Rp3,09  triliun pada Januari 2012 dengan dominasi pinjaman ke industri pengolahan.Data yang dihimpun Bisnis dari Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya menunjukkan per Januari 2012 posisi penyaluran kredit 76 bank yang beroperasi di Jatim tercatat Rp186,45 triliun. Sementara outstanding pinjaman  itu pada Desember 2011 tercatat Rp189,65 triliun, terjadi penurunan sekitar Rp3,09 triliun sepanjang awal tahun tersebut.Namun selama Februari penyaluran kredit perbankan kembali mendekati pencapaian akhir Desember 2011 yakni tercatat sebesar Rp189,51 triliun. Terjadi kenaikan sebesar Rp3,06 triliun.Sementara itu penambahan jumlah bank dari 76 menjadi 78 perusahaan pada Maret 2012 hanya mampu mengangkat tipis  pertumbuhan ekspansi kredit bersangkutan.  Sebagaimana dilaporkan BI Surabaya pada Maret 2012  penyaluran kredit perbankan tersebut hanya sebesar Rp3,25 triliun sehingga posisi keseluruhannya  menjadi  Rp192,75 triliun.      Pemimpin BI Surabaya Muhamad Ishak mengatakan ekspansi kredit perbankan  umum di Jatim  sepanjang triwulan I 2012 menunjukkan perkembangan yang cukup stabil."Kondisi tersebut tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit tetapi juga perkembangan aset, penghimpunan dana maupun NPL," ungkap Ishak dalam Kajian Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV yang diterima Bisnis hari ini. Secara umum, lanjutnya, per Maret 2012  Bank Umum dan BPR di Jatim telah mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,65% (yoy). Sementara kualitas kredit atau rasio Non Performing Loans (NPL)-nya sebesar 3%. Begitu juga dengan penghimpunan dana pihak ketiga perbankan umum yang mencapai Rp262,81 triliun atau  tumbuh 17% (yoy). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada penghimpunan tabungan yakni mencapai Rp109,95 triliun per Maret 2012  tumbuh 22% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.Deposito hanya tumbuh 13% atau tercatat Rp100 triliun pada posisi Maret 2012, sedangkan penghimpunan DPK dari  giro hanya mencapai Rp42,86 triliun. "Namun yang menggembirakan penyuran kredit di Jatim masih tetap didominasi modal kerja sedangkan sektor usaha yang dominan adalah industri pengolahan," ujar Ishak.Dari total penyaluran kredit pada Maret 2012 posisi pembiayaan untuk industri pengolahan mencapai Rp52,46 triliun. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp43,6f triliun.Dari jenis penggunaanya, kredit investasi bank umum di Jatim masih tertinggal jauh dari penyaluran kredit untuk konsumsi dan modal kerja. Per Maret 2012 realisasi kredit investasi tersebut hanya tercatat Rp26,13 triliun. Sementara kredit konsumsi tercatat Rp54,32 triliun. (arh)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top