INDUSTRI ASURANSI: Manulife Manfaatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

BISNIS.COM, TORONTO – Manulife Financial Corp, perusahaan asuransi terbesar di Kanada, akan mencari keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menambah staf dan cabang serta bekerja sama dengan bank lokal.
Gloria Natalia Dolorosa | 16 Juni 2013 21:19 WIB

BISNIS.COM, TORONTO – Manulife Financial Corp, perusahaan asuransi terbesar di Kanada, akan mencari keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menambah staf dan cabang serta bekerja sama dengan bank lokal.

Chris Bendl, CEO Manulife Indonesia, mengatakan Manulife berencana memiliki 11 unit di Asia yang berkontribusi 40% atau C$1,6 miliar setara US$1,57 miliar dari tujuan laba sebesarC$4 miliar pda 2016. Indonesia ditargetkan berkontribusi sekitar 10% dari laba perusahaan di Asia.

"Akan ada waktu untuk Indonesia melampaui Kanada dalam hal pentingnya bagi Manulife. Dan, itu bisa terjadi dalam hidup saya. Itu hal yang menarik," kata Bendl seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (16/6/2013).

Indonesia memiliki hampir setengah dari populasi penduduk di Asia Tenggara, atau 250 juta penduduk, dan target ekspansi ekonomi 6,3% pada tahun ini karena tumbuhnya kelas menengah. Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi tingkat pengangguran di Indonesia bakal 5,9% pada 2013. Angka itu lebih rendah dari perkiraan untuk Kanada dan Amerika Serikat.

Manulife pada 2011 menjalin kemitraan dengan Danamon, sekarang menjadi target pengambilalihan DBS Group Holdings Ltd, bank terbesar di Asia Tenggara. Danamon mempromosikan produk asuransi Manulife dan memberikan Manulife 3.000 lokasi penjualan di perkotaan dan pasar yang lebih kecil dengan total kurang dari 2 juta orang.

Tag : asuransi, indonesia, Pertumbuhan Ekonomi, manulife
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top