Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Mewaspadai Inflasi Rendah

Bank Indonesia menyatakan inflasi yang rendah tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi inflasi yang tertunda seperti terjadi pasca krisis Asia 1997-1998.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 14 November 2013  |  21:13 WIB
BI Mewaspadai Inflasi Rendah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menyatakan inflasi yang rendah tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi inflasi yang tertunda seperti terjadi pasca krisis Asia 1997-1998.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan inflasi tertundak terjadi karena risiko kenaikan inflasi sementara waktu diserap berbagai subsidi pemerintah. “Seperti subsisi BBM dan subsidi energy,” ujarnya Kamis (14/11/2013).

Menurutnya, inflasi juga rendah ditopang oleh impor akibat harga komoditi global yang menurun.  

Laju kenaikan harga tahunan hingga Oktober 2013 mencapai 8,32% akibat kenaikan harga BBM yang dilakukan pada Juni lalu. BI menargetkan inflasi pada tahun depan mencapai 4,5% plus minus 1%.

Agus juga  meegaskan bahwa arah kebijakan BI ke depan termasuk di periode transisi politik 2014 akan konsisten menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan. 

“Stabilitas tetap perlu dikedepankan agar struktur ekonomi menjadi lebih seimbang dan sehat, sehingga menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi ke depan,” ujarnya.

Dia menambahkan stance kebijakan BI akan konsisten ditempuh dalam jangka waktu tertentu hingga ekonomi menjadi lebih seimbang.

“Dimensi ini selaras dengan tantangan struktural yang  proses penyelesaiannya membutuhkan waktu yang tidak singkat,” ujarnya.  (ra)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi

Sumber : Novita Sari Simamora

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top