Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integrasi Bisnis Terus Pangkas Laba QNB Kesawan

Proses integrasi bisnis yang dilakukan PT Bank QNB Kesawan Tbk sepanjang tahun ini terus memangkan laba perseroan. Akibatnya, pada kuartal III/2013, QNB Kesawan membukukan rugi Rp36 miliar.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 13 Desember 2013  |  16:06 WIB
Integrasi Bisnis Terus Pangkas Laba QNB Kesawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Proses integrasi bisnis yang dilakukan PT Bank QNB Kesawan Tbk sepanjang tahun ini terus memangkan laba perseroan. Akibatnya, pada kuartal III/2013, QNB Kesawan membukukan rugi Rp36 miliar.

Adapun, proses integrasi bisnis yang dilakukan perseroan termasuk peningkatan investasi untuk infrastruktur, SDM, dan sistem teknologi serta informasi yang mengakibatkan rasio biaya operasinal terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada kuartal III/2013 melesat menjadi 129,17%.

Tren peningkatan BOPO QNB Kesawan ini telah terjadi sejak 2010 yakni 95,57% yang kemudian meningkat tahun selanjutnya menjadi 96,17%. Pada tahun lalu, BOPO mencapai 108,03%.

Untuk laba, setelah sempat menangguk Rp14 miliar pada 2011, tahun lalu, laba QNB Kesawan anjlok menjadi Rp34 miliar.

Tak hanya itu, berdasarkan catatan kinerja perseroan pada pemaparan publik, Jumat (13/12/2013), proses integrasi bisnis juga menyebabkan penurunan ROA dan EOE.

Sejak 2011 ROE perseran yang sempat bertengger di level 1,18%, merosot jauh ke -3,38% pada 2012, dan pada kuartal III/2013 tercatat -4,47%. Untuk ROA, pada tahun lalu sudah mengalami penurunan ke -0,81% dan pada kuartal III/2013 -0,83%.

Net interest margin QNB Kesawan juga tertekan pada kuartal III/2013 menjadi 3,07% dibandingkan dengan akhir tahun lalu 4,63%.

Kendati demikian, ekspansi kredit mengalami pertumbuhan. Penyaluran kredit pada kuartal III/2013 tumbuh 94,5% atau Rp6,16 triliun dibandingkan dengan pencapaian akhir tahun lalu Rp3,1 triliun.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 58,2% menjadi Rp5,74 triliun dibandingkan dengan tahun lalu Rp3,63 triliun. Untuk aset, perseroan mencatat pertumbuhan 68,71% menjadi Rp7,83 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu Rp4,64 triliun.

Indikator kinerja lainnya seperti non performing loan (NPL) masih cukup rendah yakni 0,14%, tapi loan to deposit ratio (LDR) QNB Kesawan mencapai 107,24% pada kuartal III/2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top