Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertumbuhan Uang Beredar Melambat. Apa Penyebabnya?

Bank Indonesia mencatatkan pertumbuhan perkembangan uang beredar (M2) melambat.

Bisnis.com, JAKARTA - Melambatnya pertumbuhan kredit dan kontraksi operasi keuangan pemerintah menjadi penyebab melambatnya pertumbuhan uang beredar (M2).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara mengatakan pada Januari 2014, M2 tercatat sebesar Rp3.649,3 triliun atau tumbuh 11,6% dari periode sama tahun sebelumnya, mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2013 sebesar 12,7% (yoy).

“Perkembangan M2 dipengaruhi oleh komponen Uang Kuasi atau Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas,” katanya Kamis (6/3/2014).

Sementara itu, kredit kepada sektor swasta tumbuh 20,9% (yoy), melambat dibandingkan Desember 2013 sebesar 21,4% (yoy). Operasi keuangan Pemerintah mengalami kontraksi akibat masih rendahnya realisasi belanja pemerintah sesuai pola di awal tahun.

Tirta mengungkapkan suku bunga dana di perbankan pada Januari 2014 masih meningkat.

Untuk bunga dana pada Januari  2014, dengan jangka waktu 3 dan 6 bulan tercatat 8% dan 7,9%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 7,6% dan 7,5%.

Menurutnya, kenaikan suku bunga simpanan rupiah ini tidak diikuti oleh suku bunga kredit yang selama Januari 2014 tercatat tetap sebesar 12,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Yusran Yunus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper