Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alasan Kenapa Bank Syariah Bukopin Tahan Pertumbuhan Deposito

PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menahan pertumbuhan deposito untuk menghindari dana mahal akibat masih cukup tingginya bunga simpanan.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menahan pertumbuhan deposito untuk menghindari dana mahal akibat masih cukup tingginya bunga simpanan.

Riyanto, Direktur Utama BSB, mengatakan saat ini porsi deposito masih mencapai sekitar 30% dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun. Idealnya, menurut dia, dana deposito hanya menyumbang sekitar 20% dari total dana.

Hingga dua bulan pertama tahun ini, lanjutnya, manajemen berupaya menahan pertumbuhan dana deposito.

“Terpaksa direm untuk menekan porsi dana mahal,” katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Keputusan untuk menahan laju pengumpulan deposito diambil, karena perusahaan berupaya menghindari terus membengkaknya biaya dana (cost of fund) akibat terkerek suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang hingga kini masih bertengger di angka 7,5%.

Sejak BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 1,75% secara bertahap pada tahun lalu, cost of fund BSB turut menanjak antara 1%-1,5%.

Riyanto berharap Bank Sentral tidak kembali menaikkan BI rate yang pada ujungnya akan semakin menekan bank untuk mendapatkan dana murah dari masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper