Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri Dinilai Tidak Tepat

Pemerintah diminta menangguhkan rencana akusisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 21 April 2014  |  12:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah menangguhkan rencana akusisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk..

Akuisisi tersebut sebaiknya ditangguhkan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan, mulai dari peran BTN sebagai bank pembiayaan perumahan hingga pengaruhnya terhadap masyarakat di daerah.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur mengatakan Bank BTN yang core bisnisnya adalah pembiayaan perumahan mempunyai peran yang jelas, fokus mengurus perumahan dan hal itu sangat diperlukan.

Menurutnya, peran BTN terhadap bisnis perumahan juga berdampak luas kepada perekonomian nasional dan pergerakan ekonomi di daerah, khususnya pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang diperkirakan mencapai 15 juta unit.

“BTN paling siap dan paham, apa Mandiri siap? Program ini dibangun oleh pengusaha daerah yang banyak tersebar di luar Jakarta. Jadi, berdampak luas terhadap pergerakan ekonomi di daerah,” kata Natsir, Senin (21/4/2014).

Atas pertimbangan tersebut, dia meminta Menteri BUMN mendorong perbankan lebih fokus, misalnya bank yang khusus mengurusi perumahan, bank industri, bank infrastruktur, industri maritim, bank agribisnis, dan lainnya.

“Selama ini perbankan kita seperti supermarket, banyak produk tidak fokus, akhirnya bersaing tidak sehat. Padahal, di China saja, ada beberapa bank yang fokus pada sektor tertentu,” ungkapnya.

Menurut Natsir, kebutuhan perumahan dilindungi oleh Undang Undang Dasar 1945, seharusnya pemerintah menyiapkan minimal satu bank pemerintah yang siap menampung kebutuhan KPR (Kredit Perumahan Rakyat).

“Malah seharusnya buatkan juga skema khusus untuk segmen non-bankable, jangan pikirkan kebutuhan secara general saja,” katanya.

Spesialisasi perbankan, tambah Natsir, khususnya untuk perumahan masih diperlukan. Hal ini dikarenakan pembangunan perumahan skala menengah ke bawah juga banyak berada di luar Jakarta dan dibangun oleh pengusaha daerah.

“BTN sudah 15 tahun membantu pergerakkan ekonomi daerah melalui pembiayaan pembangunan perumahan. Jika pengembangannya bagus, perbankan khusus perumahan itu juga bisa menjadi bank yang semakin besar seperti yang diharapkan,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top