Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuisisi BTN: Produktivitas Dinilai Rendah, Ini Kata Serikat Pekerja BTN

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Satya Wijayantara mengatakan bahwa produktivitas antara karyawan bank BTN dan bank BUMN lainnya tidak bisa dibandingkan.nn
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 28 April 2014  |  18:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Serikat Pekerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomentar atas penilaian bahwa produktivitas karyawan BTN paling rendah dibandingkan bank BUMN lainnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Satya Wijayantara mengatakan bahwa produktivitas antara karyawan bank BTN dan bank BUMN lainnya tidak bisa dibandingkan.

Dia menilai rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank di Indonesia memang tinggi dan tidak efisien.

Menurutnya, perusahaan di Indonesia tidaklah padat teknologi, tetapi lebih padat modal. Sebagai bank yang bergerak di bidang ritel, BTN tergolong bank yang padat karya.

Dia menilai perbandingan efisiensi sebaiknya tidak hanya dari sisi ekonomi semata, tetapi juga dari sisi sosial. Penyerapan tenaga kerja dan pemberian manfaat bagi masyarakat juga harus diperhitungkan.

"Berbeda dengan Bank Mandiri yang konsentrasi kepada korporasi, BTN memiliki nasabah sekitar 1,6 juta, kami mengurus rakyat kecil," katanya, Senin (28/4/2014).

Pada Minggu (27/4/2014), sebanyak 10.000 karyawan BTN menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Satya mengakui aksi tersebut dilakukan guna meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda pembahasan akuisisi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top