KARTU KREDIT: Wajib PIN 6 Digit Tidak Berlaku bagi Penerbit Asing

Bank Indonesia tidak mengatur penggunaan personal identification number (PIN) enam digit untuk kartu kredit yang diterbitkan penerbit asing.
Novita Sari Simamora | 02 Oktober 2014 01:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia tidak mengatur penggunaan personal identification number (PIN) enam digit untuk kartu kredit yang diterbitkan penerbit asing.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas menegaskan pada 1 Januari 2015, penerbit domestik wajib menggunakan PIN enam digit, sedangkan penerbit kartu kredit asing yang beroperasi di Indonesia masih tetap menggunakan tanda tangan. Sebaliknya juga, jika nasabah dari Indonesia melakukan transaksi di luar negeri, maka tidak akan menggunakan PIN, tetapi pakai tanda tangan.

"Kalaupun nasabah dari Indonesia menggunakan penerbit domestik dan bertransaksi ke luar negeri, maka hanya akan menggunakan tanda tangan juga," ungkapnya, Rabu (1/10/2014).

Untuk penggunaan PIN enam digit, lanjutnya, BI menilai ada perkembangan setiap bulannya. Dia mengungkapkan Bank Indonesia tetap akan memantau persiapan.

Adapun Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu juga mengatur pembatasan kepemilikan kartu kredit antara lain individu pendapatan Rp3 juta hingga Rp10 juta boleh memiliki maksimal dua penerbit kartu, dengan pembatasan platfon kredit maksimal tiga kali dari pendapatan tiap bulan.

Penggunaan PIN lebih aman dari tanda tangan mengingat PIN adalah angka rahasia yang hanya diketahui pemiliknya. Ronald menegaskan agar pengguna kartu tidak memberitahukan PIN yang dimiliki kepada pihak lain. Selain itu, transaksi menggunakan PIN telah terenskripsi dan dilakukan secara real time.

Tag : kartu kredit
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top