Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Mobil Bekas Masih Mengiurkan

Sejumlah multifinance yang membidik pembiayaan kendaraan bermotor bekas optimistis dewi fortuna masih memihak bisnis tersebut pada tahun ini, kendati terjadi tren pelambatan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  16:55 WIB
Mobil-mobil melintas di jalur protokol Kota Jakarta - Antara
Mobil-mobil melintas di jalur protokol Kota Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah multifinance yang membidik pembiayaan kendaraan bermotor bekas optimistis dewi fortuna masih memihak bisnis tersebut pada tahun ini, kendati terjadi tren pelambatan.

Data yang dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan pembiayaan multifinance pada tahun lalu mencatatkan rekor paling mini sejak 2012. Jika dirinci, per Desember 2014, penyaluran pembiayaan tercatat senilai Rp366,204 triliun, atau naik 5,22% dibandingkan 2013.

Capaian itu tergolong lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan pembiayaan pada 2013 yang mencapai 15% menjadi Rp348,026 triliun.

“Saya masih optimistis dengan prospek kendaraan bermotor bekas. Apalagi, porsi kelas menengah ke bawah cukup banyak,” kata Ie Tjie Sing, Direktur Utama PT Reksa Finance seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (28/1/2015).

Apalagi, menurutnya, segmen pembiayaan mobil bekas tidak ada pembatasan umur kendaraan sehingga peluang pembiayaannya prospektif.
Bahkan, pada tahun ini, dirinya menargetkan pertumbuhan pembiayaan hingga 20%-30% untuk segmen mobil bekas. Perusahaan multifinance yang fokus ke segmen mobil bekas ini juga telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp460 miliar pada tahun lalu.

Meski begitu, pembiayaan tahun lalu hanya berhasil tumbuh 10% akibat lesunya perekonomian Indonesia yang memengaruhi konsumsi mobil bekas.

“Tahun ini, kami punya kesempatan untuk menggarap berbagai macam lini bisnis pembiayaan sehingga target pun berani dinaikkan signifikan. Pencabutan subsidi bahan bakar minyak [BBM] tahun lalu mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Namun, tren pembiayaan kendaraan bermotor bekas segmen komersil biasanya menunjukkan gejala pelambatan karena para produsen mobil baru gencar memberikan diskon pada awal tahun. Akibatnya, harga mobil baru langsung terpangkas signifikan sehingga mobil bekas akan kehilangan peminat.

Sementara itu, PT Bentara Sinergies Finance (BESS Finance) meyakini ceruk pembiayaan kendaraan bermotor bekas, terutama sepeda motor masih memiliki pangsa pasar cukup besar. Direktur Utama BESS Finance Anta Winata mengatakan persaingan multifinance di segmen kendaraan bermotor bekas tidak seketat kendaraan yang baru.

“Buktinya, tahun lalu laba kami tumbuh 47,4% dibandingkan 2013. Dari segi sebaran, pasar kendaraan bermotor bekas memang berbeda dengan yang baru,” tuturnya.

Tidak hanya itu, infrastruktur yang tidak merata di Indonesia dan keterbatasan angkutan publik menjadi faktor di balik masih tingginya kebutuhan sepeda motor bekas di daerah terpencil.

“Kalau untuk segmen kendaraan bermotor baru sudah banyak pesaingnya, dan mereka [multifinance] sudah lebih besar dibandingkan kami,” ucapnya.

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top