Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPD Minta Keringanan Setoran Dividen

Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) meminta keringanan dividen payout ratio kepada pemerintah daerah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 03 Februari 2015  |  00:10 WIB
Bank Lampung. - banklampung
Bank Lampung. - banklampung

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) meminta keringanan dividen payout ratio kepada pemerintah daerah.

Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk Hadi Sukrianto mengatakan pihaknya berencana untuk menyetorkan dividen sekitar 40% pada tahun ini dari total perolehan laba sepanjang 2014 senilai Rp958,13 miliar.

Pada 2014, Bank Jatim menyetorkan dividen sebesar 70% dari total laba yang diperoleh perseroan di sepanjang 2013. Kendati demikian, Hadi berharap adanya peraturan yang mengatur dan menyeragamkan besaran ratio dividen untuk seluruh BPD.

"Saya berharap sekali kalau ada penurunan dividen ini dan adanya penyeragaman rasio dividen untuk Bank BUMD sehingga bank dapat leluasa bergerak dan capital adequacy ratio atau CAR," ucapnya kepada Bisnis.com.

Direktur Utama Bank Lampung Mangkoe Sasmito berencana untuk memberikan rasio setoran dividen pada tahun ini sebesar 42,5% dari total laba yang diperoleh sepanjang 2014 yakni Rp163,95 miliar.

Pada 2014, Bank Lampung menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah sebesar 70% dari total perolehan laba di 2013 senilai Rp72,7 miliar.

"Penurunan dividen memang membantu memperkuat modal dan bisnis Bank Lampung. Setoran dividen ini kan untuk sumbangan PAD [pendapatan asli daerah] provinsi Lampung," katanya.

Tahun ini, pemegang saham yakni Pemprov Lampung berencana untuk menyuntikan modal senilai Rp200 miliar kepada Bank Lampung.

Adapun modal inti Bank Lampung pada akhir 2014, yakni mencapai Rp452,16 miliar, sedangkan rasio kecukupan modal atau CAR mencapai 18%.

"Yang jelas pemegang saham pengendali saya, Pemprov Lampung bersedia untuk memberikan tambahan modal dengan memberikan porsi kepemilikan sebesar 51% sehingga mulai 2015 Pemprov akan nyetor 200 miliar sebagai tambahan modal," terang Mangkoe

Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Eko Budiwiyono mengatakan besaran rasio dividen ini merupakan faktor penting bagi kelangsungan bisnis BPD.

Dengan diturunkan rasio dividen, lanjutnya, maka akan memperkuat permodalan dan ekspasi bisnis bank daerah. "Rasio dividen ini terbilang tinggi sehingga untuk memperkuat permodalan BPD ini perlu diturunkan," ujarnya.

Eko yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank DKI ini juga meminta keringanan pengurangan dividen kepada Pemprov DKI dari sebesar 35%. "Keringanan dividen ini untuk menjaga CAR pada level 18% dan bisa naik BUKU III," ucapnya.

Pada 2014, perseroan telah menyetorkan dividen untuk tahun buku 2013 senilai Rp205 miliar. Rencananya tahun ini, Bank DKI akan menyetorkan dividen untuk tahun buku 2014 sekitar Rp263 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top