Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Jumlah Uang Beredar Melambat, Begini Penjelasan Bank Indonesia

Pertumbuhan jumlah uang yang beredar (M2) pada Desember lalu ini mengalami perlambatan, yakni hanya 11,8% year on year (yoy), lebih rendah bila dibandingkan M2 bulan sebelumnya yang bertumbuh sebesar 12,7% (yoy).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Februari 2015  |  06:29 WIB
Jumlah uang beredar (M2) yang dirilis dari Bank Indonesia pada Desember 2014 di Indonesia senilai Rp4.170,7 triliun.  -
Jumlah uang beredar (M2) yang dirilis dari Bank Indonesia pada Desember 2014 di Indonesia senilai Rp4.170,7 triliun. -

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah uang beredar (M2) yang dirilis dari Bank Indonesia pada Desember 2014 di Indonesia senilai Rp4.170,7 triliun.

Jumlah uang yang beredar (M2) pada Desember lalu ini mengalami perlambatan pertumbuhan, yakni hanya 11,8% year on year (yoy), lebih rendah bila dibandingkan M2 bulan sebelumnya yang bertumbuh sebesar 12,7% (yoy).

Pada bulan November 2014, posisi uang beredar (M2) tercatat senilai Rp4.076,3 triliun.

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, perlambatan uang yang beredar (M2) itu bersumber dari pertumbuhan komponen M1 yang turun dari 9,8% (yoy) menjadi 6,2% (yoy).

Jumlah M1 tercatat pada bulan Desember lalu Rp942,1 triliun. Padahal, bila dibandingkan bulan sebelumnya jumlah M1 mencapai Rp955,5 triliun.

Selain itu, perlambatan juga disebabkan oleh komponen M2 lainnya yakni uang kuasi yang bertumbuh hanya 13,7% (yoy) dari sebelumnya sebesar 13,9% (yoy).

Pada Desember 2014, tercatat jumlah uang kuasi mencapai Rp3.207 triliun, mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp3.099 triliun.

Untuk surat berharga selain saham, pada Desember lalu tercatat Rp21,6 triliun, mengalami perlambatan pertumbuhan 5,2% (yoy).

Di bulan November 2014, jumlah surat berharga selain saham mencapai Rp21,8 triliun, atau bertumbuh sebesar 11,8% (yoy).

Melambatnya M1 tersebut disebabkan oleh turunnya pertumbuhan uang kartal di luar bank umum dan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR), sedangkan perlambatan uang kuasi karena turunnya pertumbuhan simpanan berjangka valas.

Sebagai informasi, uang beredar dapat didefinisikan dalam arti sempit (M1) dan dalam arti luas (M2).

M1 meliputi uang kuartal yang dipegang masyarakat dan uang giral atau giro berdenominasi Rupiah, sedangkan M2 meliputi M1, uang kuasi, dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang beredar
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top