Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OCBC NISP Syariah Pacu Kinerja 30% Tahun Ini

Meski kondisi ekonomi makro saat ini masih dalam tekanan, unit usaha syariah PT Bank OCBC NISP Tbk menargetkan pertumbuhan pendanaan, pembiayaan hingga aset melonjak hingga 25%-30% pada tahun ini.
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG—Meski kondisi ekonomi makro saat ini masih dalam tekanan, unit usaha syariah PT Bank OCBC NISP Tbk menargetkan pertumbuhan pendanaan, pembiayaan hingga aset melonjak hingga 25%-30% pada tahun ini.
 
Head of Syariah Business Unit OCBC NISP Koko Rachmadi mengatakan pihaknya memperkirakan perbankan syariah bakal membaik pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, meski kondisi ekonomi makro saat ini masih fluktuatif.
 
“Saat ini kan perekonomian masih gonjang ganjing, misalnya harga BBM turun, dolar yang terus menguat, hingga suku bunga yang relatif tinggi. Tetapi, kami masih optimistis tahun ini, minimal bisa tumbuh moderat,” katanya, Senin (09/02).
 
Berdasarkan data dari OCBC NISP, dana pihak ketiga (DPK) dalam unit usaha syariah hingga kuartal III/2014 mencapai Rp1,6 triliun. Sementara pembiayaan tercatat Rp1,6 triliun dan aset sebesar Rp2,2 triliun.
 
Koko menjelaskan rata-rata kontribusi unit usaha syariah OCBC NISP masih sangat kecil, baik dari pendanaan, pembiayaan hingga aset. Menurutnya, rata-rata kontribusi unit usaha syariah terhadap keseluruhan OCBC NISP baru sekitar 2,5%.
 
Meski demikian, kecilnya kontribusi justru menjadi peluang bagi unit usaha syariah OCBC NISP untuk menggenjot kinerja. Oleh karena itu, OCBC NISP menyiapkan beberapa strategi dalam mengejar target tersebut.
 
Koko mengaku strategi utama yang perlu dilakukan adalah edukasi perbankan syariah terhadap masyarakat atau nasabah. Menurutnya, rendahnya pemahaman perbankan syariah di masyarakat menjadi hambatan dalam perkembangan perbankan syariah selama ini.
 
“Makanya, kami lebih banyak aktif di kegiatan-kegiatan yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan, dan mitra2 lembaga keuangan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat atau nasabah mengenai perbankan syariah,” jelasnya.
 
Selain itu, unit usaha syariah OCBC NISP juga meminta peran pemerintah, terutama dari sisi kebijakan untuk mendukung perkembangan perbankan syariah. Misalnya, mengalihkan dana haji dari bank konvensional ke bank syariah.
 
Sejalan dengan itu, Managing Director OCBC NISP Andrae Krishnawan mengatakan pihaknya menargetkan tambahan dua kantor unit syariah di kota besar, yakni Batam dan Pontianak pada tahun ini.
 
“Saat ini kan, kami baru memiliki 8 kantor unit syariah, termasuk kantor di Palembang yang baru saja diresmikan. Jadi, total kantor unit syariah OCBC NISP akan menjadi 10 kantor,” ujarnya di sela-sela peresmian kantor unit syariah Palembang.
 
Andrae berharap keberadaan kantor unit syariah bisa turut melengkapi kebutuhan kredit dari masyarakat selama ini. Adapun, jumlah rekening yang tercatat di unit usaha syariah OCBC NISP hingga saat ini mencapai 3.400 rekening.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper