Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sigit Pramono Ditunjuk Jadi Bos Asosiasi Para Bankir Se-Asean

Indonesia yang diwakili Sigit Pramono akan memimpin Asosiasi Bankir se-Asia Tenggara atau ASEAN Bankers Association (ABA) untuk dua tahun ke depan.
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 15 Juni 2015  |  02:32 WIB
Sigit Pramono - Bisnis/Rachman
Sigit Pramono - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia yang diwakili Sigit Pramono akan memimpin Asosiasi Bankir se-Asia Tenggara atau ASEAN Bankers Association (ABA) untuk dua tahun ke depan.

Sigit Pramono yang juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) resmi ditunjuk sebagai Presiden ABA untuk periode 2015-2017 pada “45th ASEAN Banking Council Meeting” di Singapura, Jumat (12/6/2015).

Sigit Pramono menjadi Presiden ABA menggantikan In Channy. In Channy merupakan bankir asal Kamboja yang saat ini juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perbankan Kamboja.

Sigit Pramono menuturkan kepemimpinan Indonesia pada ABA kali ini menjadi sangat penting mengingat mendekati era pasar bebas Asean, yang untuk sektor perbankan dan jasa keuangan akan mulai diberlakukan pada 2020.

Salah satu isu strategis yang akan dikembangkan Indonesia pada forum ABA adalah perlunya negara-negara di Asia Tenggara memiliki satu sistem pembayaran yang terintegrasi dan berlaku regional.

“Ini memang bukan pekerjaan mudah. Tapi akan lebih baik jika diiniasi sejak dini,” ujar Sigit Pramono di Singapura pada hari yang sama seusai terpilih sebagai Presiden ABA, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima, Minggu (14/6/2015).

ABA adalah Asosiasi Bankir Asean yang didirikan pada 1976. Dari awal berdiri terdiri dari lima anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, tetapi sekarang menjadi 10 anggota. Pada 1984 anggotanya bertambah setelah Brunei Darussalam turut bergabung.

Pada 1995, Vietnam menyusul bergabung sebagai anggota ketujuh, dan pada Mei 1999 giliran Kamboja yang bergabung menjadi anggota kedelapan. Pada Juli 2001, Myanmar diterima sebagai anggota kesembilan. Pada tahun 2004, Asosiasi Bankir Laos menjadi anggota kesepuluh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sigit pramono
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top