Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meskipun Naik, OJK Klaim Kredit Bemasalah Masih Aman Terkendali

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat risiko kredit yang tercermin dari kenaikan non performing loan (NPL) masih terkendali kendati mengalami kenaikan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 Juni 2015  |  16:13 WIB
OJK Logo
OJK Logo

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat risiko kredit yang tercermin dari kenaikan non performing loan (NPL) masih terkendali kendati mengalami kenaikan.

Irwan Lubis, Deputi Komisioner OJK, mengatakan rasio NPL gross sedikit meningkat pada April 2015 menjadi 2,37% dari posisi Maret 2015 sebesar 2,37%. "Memang ada sedikit tekanan NPL, tapi masih managable," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/6/2015).

Menurut Irwan, peningkatan rasio NPL antara lain disebabkan pertumbuhan kredit yang melambat. Per April 2015, pertumbuhan kredit secara tahunan mencapai 10,4% secara tahunan. Dia menambahkan, pertumbuhan kredit Januari - Apil 2015 jauh lebih lambat dibandingkan setahun sebelumnya.

Bisnis.com mencatat, pertumbuhan kredit Januari - Apil 2015 mencapai 1,01% atau Rp37,26 triliun. Sementara itu, pertumbuhan kredit Januari - Apil 2014 mencapai 2,07% atau Rp68,47 triliun.

Irwan menyebut, beberapa sektor yang menjadi penyumbang kenaikan NPL antara lain sektor perdagangan dan konstruksi.

Per April 2015 NPL di sektor perdagangan mencapai 3,58% dari outstanding sejumlah Rp731,27 triliun. Sementara itu, NPL di sektor konstruksi mencapai 5,5% dari outstanding sebanyak Rp153,32 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

npl
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top