Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan Dirut BNI Widigdo Sukarman Tutup Usia

Bankir senior Widigdo Sukarman tutup usia pada Kamis dinihari di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 12 November 2015  |  22:55 WIB
Widigdo Sukarman. - JIBI/Rahmatullah
Widigdo Sukarman. - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA--Bankir senior Widigdo Sukarman tutup usia pada Kamis dinihari di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tersebut meninggal pada usia 73 tahun. Almarhum dimakamkan pada Kamis (12/11/2015), di Pemakaman Tonjong, Sawangan, Bogor.

Semasa hidupnya, Widigdo berkecimpung di dunia perbankan hampir 50 tahun. Widigdo memulai kari3r di BNI pada 1965 dan pernah menjabat sebagai bos bank pelat merah itu pada 1996-2000.

Dedikasi pada dunia perbankan Tanah Air dituangkan ke dalam buku yang diluncurkan pada Maret 2015. Buku berjudul 'Liberalisasi Perbankan Indonesia' itu diambil dari penelitian disertasi Widigdo.

Buku bersampul warna kuning setebal 328 halaman ini berisi tentang perkembangan industri perbankan dari masa ke masa.

"Waktu krisis ekonomi pada 1997, yang diawali Thailand dan melanda Indonesia sebagai negara Asean terakhir yang mengalaminya menghancurkan industri bank saat itu, buku ini mengupas situasi dan kebijakan yang diambil pemerintah," ujar Widigdo saat peluncuran buku di Menara BTN, Rabu (18/3/2015).

Dua kebijakan utama, yakni paket deregulasi Juni 1983 dan paket Oktober 1988 yang telah mengubah secara drastis struktur industri perbankan.

Dampak krisis pada 1997 yang begitu besar pada industri perbankan karena tidak diikuti dengan kebijakan pengawasan dan supervisi industri perbankan yang memadai.

"Belum ada social safety net dan aturan kepailitan bagi bank saat itu. Ini merupakan lesson learned yang harus menjadi perhatian bahwa suatu perubahan dan diikuti dengan tindak lanjut yang baik," paparnya.

Industri perbankan saat ini, menurutnya, selalu terbuka sejalan dengan semangat globalisasi. Indonesia perlu menata kembali struktur industri perbankan tanpa menunggu krisis yang mungkin sajaa terjadi.

"Jangan sampai seperti yang sudah terjadi kita baru melakukan penataan supervisi setelah krisis berlangsung dan mengurus sumber daya yang besar," tutur Widigdo.

Widigdo telah lama malang melintang di industri perbankan. Dia pernah menjadi Dirut di Bank Papan Sejahtera (1992-1994) dan Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk. (1994-1996).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obituari
Editor : Hedwi Prihatmoko

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top