Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PROYEKSI 2016: Bank Nagari Prioritaskan Kredit ke UMKM

Manajemen PT BPD Sumatra Barat atau Bank Nagari memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor UMKM tahun depan, meski kondisi ekonomi belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.
Kantor pusat Bank Nagari di Padang Sumatra Barat/banknagari.co.id
Kantor pusat Bank Nagari di Padang Sumatra Barat/banknagari.co.id

Bisnis.com, PADANG — Manajemen PT BPD Sumatra Barat atau Bank Nagari memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor UMKM tahun depan, meski kondisi ekonomi belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Direktur Pemasaran Bank Nagari Indra Wediana menyebutkan manajemen memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor produktif dengan risiko rendah, yakni usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga mencapai porsi 95%.

“Tahun depan prioritas kami masih tetap di kredit UMKM, karena risikonya kecil, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ,” katanya, Kamis (17/12/2015).

Dia mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 12% pada 2016 mengingat sudah melonggarnya likuiditas, apalagi fungsi intermediasi sudah stabil dengan rasio dana terhadap penyaluran atau (loan to deposit ratio/LDR) berkisar 89%.

Selain itu perhimpunan dana pihak ketiga (DPK) dipacu di kisaran 12,5%, dan target pertumbuhan rerata aset 12%.

Adapun, kinerja Bank Nagari sampai kuartal ketiga tahun ini mencatatkan pertumbuhan aset 7,67% dari Rp18,76 triliun menjadi Rp20,20 triliun.

Penghimpunan dana tumbuh 5,40% menjadi Rp15,40 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,61 triliun, dan kredit tumbuh 9,58% menjadi Rp14,40 triliun dari tahun sebelumnya Rp13,14 triliun.

Meski belum optimal, dia meyakini pertumbuhan kinerja rerata tahun ini mencapai 11% di akhir tahun dengan meningkatnya belanja pemerintah dan penyerapan anggaran. Sementara itu kinerja laba justru meningkat hingga di atas 10%.

“Sekarang [November] laba sudah Rp324 miliar, jauh melampaui perolehan 2014 yang hanya Rp295 miliar,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan laba itu ditopang rendahnya beban bunga deposito yang dibayarkan perseroan tahun ini, mengingat mulai seimbangnya komposisi dana murah dan deposito dalam struktur DPK.

Dia mengungkapkan komposisi DPK mulai seimbang dengan melonggarnya likuiditas di pasaran.

Porsi deposito di bank tersebut hanya 49,51% atau Rp7,14 triliun dari total DPK. Sedangkan dana murah yakni giro sebesar Rp4,20 triliun atau 29,12% dan tabungan Rp3,31 triliun atau 22,59%.

Dengan meningkatnya komposisi dana murah ikut menyeimbangkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), sehingga meningkatkan (net interest margin/NIM) atau margin bunga bersih yang mendongkrak laba.

Per September 2015, BOPO Bank Nagari tercatat 83,83% jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang mencapai 86%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Heri Faisal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper