Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPD DIY: Lepas Saham ke Bank BUMN Tak Beri Nilai Tambah

Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta menilai usulan pelepasan saham kepada perbankan BUMN tidak akan memberi nilai tambah kepada perusahaan.
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah DIY Bambang Setiawan. /Bisnis.com
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah DIY Bambang Setiawan. /Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG--Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta menilai usulan pelepasan saham kepada perbankan BUMN tidak akan memberi nilai tambah kepada perusahaan.

Seperti diketahui, baru-baru ini Kementerian BUMN meminta agar bank pelat merah untuk menjadi mitra strategis bagi BPD melalui penyertaan 20%-25% saham, dengan harapan hal itu dapat memperkuat perbankan di daerah.

Terkait pelepasan saham tersebut, Direktur Utama Bank DIY Bambang Setiawan mengatakan selama ini cabang dari perbankan pelat merah juga masuk pada pasar yang sama dengan BPD. Atribut produk dan layanan yang diberikan pun, sambungnya, cenderung serupa.

"Sehingga penyertaan tersebut menurut saya tidak cukup membangun aliansi strategis dan tidak banyak memberikan nilai tambah," ungkapnya kepada Bisnis.com.

Sejauh ini, pemegang saham BPD DIY belum pernah membahas pelepasan sahamnya kepada pihak manapun.

Bambang melanjutkan BPD se-Indonesia juga telah menyusun road map transformasi dalam 5 tahun ke depan. Dan, tidak ada bentuk strategic initiative penyertaan bank BUMN kepada salah satu BPD yang tercantum dalam road map tersebut.

Seperti dikutip dari laman resminya, kepemilikan saham BPD DIY saat ini terdiri dari provinsi DIY sebesar 41,73%, Kabupaten Sleman (25,79%), Kabupaten Bantul (12,79%), Kabupaten Gunungkidul (8,46%), Kabupaten Kulonprogo (6%), dan Kota Yogyakarta (5,23%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatia Qanitat
Editor : Fatkhul Maskur

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper