Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENDANAAN SEKTOR SAWIT: Perbankan Berpeluang Cegah Kerusakan Ekologi

Perbankan dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan perbaikan dan pencegahan atas kerusakan ekologi yang lebih buruk dalam kebijakan intermediasinya
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 15 Maret 2016  |  17:19 WIB
Lahan perkebunan kelapa sawit. - Ilustrasi
Lahan perkebunan kelapa sawit. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan perbaikan dan pencegahan atas kerusakan ekologi yang lebih buruk dalam kebijakan intermediasinya.

Rahmawati Retno Winarni, perwakilan Koalisi Responsi Bank Indonesia, memaparkan naiknya permintaan minyak sawit selama satu dekade terakhir berimplikasi pada masifnya industri tersebut. Ekspansi sendiri membutuhkan pendanaan perbankan.

Ketika memberikan kreditnya, sambung Rahmawati, perusahaan sawit menggunakannya untuk membuka lahan tetapi berpengaruh pada hutan, gambut hingga pengusiran masyarakat asli.

"Tanggung jawab atas kerusakan ekologi yang telah terjadi harus diemban oleh berbagai pihak, termasuk perbankan. Perbankan memiliki peluang besar untuk melakukan perbaikan dan pencegahan atas kerusakan ekologi yang lebih buruk," kata Rahmawati, Selasa (15/3/2016).

Koalisi Responsibank Indonesia mendorong perbankan memiliki kebijakan soal keberlanjutan dalam pemberian kredit dan investasi sektor tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri, paparnya, sudah memiliki Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan terkait dengan persoalan itu.

"Perguruan tinggi juga dapat berkontribusi dengan melakukan kajian dan diseminasi hasil kajian secara lebih intensif mengenai peran dan tanggung jawab lembaga pendanaan di sektor sumber daya alam sehingga terbangun kesadaran publik," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top