Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penilaian OJK Terhadap Industri Keuangan Terkait Perlindungan Konsumen,

Perlindungan Konsumen, Ini Penilaian OJK Terhadap Industri Keuangan
Muhammad Avisena
Muhammad Avisena - Bisnis.com 23 Maret 2016  |  01:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dinilai telah menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan program perlindungan konsumen.

Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2015 dari tingkat partisipasi 2.787 PUJK yang wajib menyampaikan laporan penilaian secara mandiri mengenai pelaksanaan perlindungan konsumen, tercatat 1.914 PUJK atau 69% telah menyampaikan laporannya.

“Ini catatan yang baik karena kewajiban penilaian sendiri mengenai pelaksaan program perlindungan konsumen belum menjadi kewajiban yang diatur dalam regulasi, tetapi tingkat awarness dan partisipasi cukup baik,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Setiono, Selasa (22/3/2016).

Kusumaningtuti menyampaikan hal itu saat pemberian penghargaan OJK kepada 35 PUJK yang telah berpartisipasi melakukan penilaian self-assesment penerapan prinsip perlindungan konsumen, di Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan itu, OJK memberikan penghargaan kepada lima PUJK dari tujuh sub sektor, yaitu Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, Perusahaan Efek, Manajer Investasi, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Self-assesment merupakan supervisory actions dalam pelaksanaan pengawasan market conduct yang saat ini tengah dikembangkan dan diimplementasikan secara bertahap oleh OJK. Pengawasan market conduct merupakan pengawasan yang berbasiskan interaksi (perilaku) antara PUJK dan Konsumen yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari  pengawasan prudential yang selama ini telah dilakukan oleh OJK.

Aspek pengawasan market conduct terdiri atas penilaian prinsip perlindungan konsumen yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yaitu meliputi (1) transparansi, (2) perlakuan yang adil, (3) keandalan, (4) kerahasiaan dan keamanan data, (5) penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa.

Metodologi yang telah dilakukan antara lain adalah market intelijen, mystery shopping, customer testimony, survei dan pada tahun 2015 dimulai penilaian self-assesment.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top