NPL Naik, OJK Nilai Masih Taraf Wajar

Non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah perbankan mengalami kenaikan pada kuartal I/2016. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai hal tersebut masih dipengaruhi oleh masih lesunya penyaluran kredit serta ekonomi dalam negeri yang masih dalam kondisi melambat.
Eka Chandra Septarini | 17 Mei 2016 23:28 WIB
Karyawati Otoritas Jasa Keuangan menerima telpon, di kantor perwakilan Makassar, Rabu (13/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah perbankan mengalami kenaikan pada kuartal I/2016.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai hal tersebut masih dipengaruhi oleh masih lesunya penyaluran kredit, serta ekonomi dalam negeri yang masih dalam kondisi melambat.  

"Masih di bawah 5%,  kemudian peningkatan itu karena faktor pembaginya yang mengalami penurunan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Menurut Muliaman, kredit masih mengalami penurunan karena memang pada kuartal pertama permintaan kredit masih relatif lesu. Namun, Muliaman optimistis permintaan kredit tersebut akan membaik memasuki kuartal II/2016. 

Selain itu, tingat kenaikan NPL belum mencapai ambang batas maksimal yang ditetapkan OJK sebesar 5%, sehingga masih dalam taraf yang wajar. Peningkatan kredit pada kuartal II/2016 diharapkan akan dapat menekan rasio NPL agar lebih stabil. 

"Triwulan I siklusnya memang seperti itu, makanya kita lihat di triwulan II. Termasuk apakah bank-bank akan merevisi RBB-nya itu nanti tergantung banyak performa ekonomi di triwulan II," ujar Muliaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top