Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkuat Permodalan, Bank Jateng Lakukan Revaluasi Aset

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah tengah dalam proses melakukan revaluasi aset guna memperkuat permodalan perseroan.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 23 Mei 2016  |  23:24 WIB
Perkuat Permodalan, Bank Jateng Lakukan Revaluasi Aset
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah tengah dalam proses melakukan revaluasi aset guna memperkuat permodalan perseroan.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan perseroan berupaya menyelesaikan proses revaluasi aset tersebut sebelum Juni 2016 agar mendapat pemangkasan presentase pajak penghasilan (PPh) sebesar 4%.

“Juni kan sebentar lagi, jadi ini kami sedang coba lakukan, sedang on process,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Seperti diketahui, salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui paket kebijakan jilid V adalah pemangkasan presentase PPh final revaluasi aset bagi badan usaha milik negara (BUMN), swasta, maupun perorangan.

Apabila pengajuan revaluasi aset dilakukan hingga akhir 2015, PPh final revaluasi dipangkas dari 10% menjadi 3%. Sementara jika pengajuan revaluasi aset dilakukan pada 1 Januari 2016 hingga 31 Juni 2016 besaran PPh final revaluasi menjadi 4% dan apabila revaluasi diajukan pada 1 Juli 2016 hingga 31 Desember 2016 besaran PPh final revaluasi diturunkan menjadi 6%.

“Tambahannya masih dihitung, nanti pada saatnya kami umumkan,” kata Supriyatno.

Supriyatno mengatakan, penguatan permodalan Bank Jateng sejalan dengan keinginannya untuk masuk menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) 3. Menurutnya, untuk masuk ke dalan kelompok bank tersebut, paling tidak perseroan membutuhkan tambahan permodalan sebesar Rp1,5 triliun—Rp1,7 triliun.

Adapun per Maret 2016, modal inti Bank Jateng tercatat sebesar Rp3,51 triliun. Sementara rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 17,61%.

“Kami punya keinginan naik ke BUKU 3, paling tidak akhir tahun ini,” ujar Supriyatno. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan permodalan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top