Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Temuan Uang Palsu Marak, Sosialisasi Ditingkatkan

Bank Indonesia terus meningkatkan sosialisasi keaslian uang menjelang Lebaran seiring dengan tingginya temuan uang palsu yang mencapai 202 lembar dalam kurun waktu Januri - Mei.
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-MANADO--Bank Indonesia terus meningkatkan sosialisasi keaslian uang menjelang Lebaran seiring dengan tingginya temuan uang palsu yang mencapai 202 lembar dalam kurun waktu Januri - Mei.

"Sosialisasi keaslian rupiah akan kami tingkatkan karena menghadapi hari raya keagamaan biasanya peredaran uang palsu juga tinggi. Temuan yang tinggi juga merupakan indikasi, masyarakat sudah mengetahui keaslian uang," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Peter Jacobs, Rabu (8/6).
 
Menurutnya, ciri-ciri keaslian uang rupiah akan disosialisasikan ke kasir perbankan, retailer dan petugas SPBU secara langsung setiap Sabtu selama Ramadan. Selain itu, kegiatan penempelan sticker himbauan untuk mewaspadai uang palsu di beberapa lokasi strategis toko dan swalayan juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
 
Penanggulangan preventif dapat dilakukan dengan cara memasyaratkan ciri keaslian uang, meningkatkan unsur pengaman pada uang baru, meningkatkan kerja sama antara instansi terkait, hingga meningkatkan kerja sama internasional. Sementara itu, untuk penangggulangan represif bisa dilakukan dengan menangkap dan menghukum pembuat dan pengedar uang palsu.
 
Untuk memastikan kealsian, masayarakat dapat melihat melalui bahan yang digunakan, desain dan ukuran, serta tekni cetak. Selain itu, untuk mengenali uang bisa dilakukan dengan cara dilihat dari warna, benang pengaman, optical variable ink (OVI), cetak pelangi (rainbow printing). 
 
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara A. Yusnang mengatakan temuan lima bulan di awal 2016 cukup marak. Maka dari itu, sosialisasi dan himbauan akan ditingkatkan. “Temuan uang palsu di Manado cukup besar, hingga Mei sudah melampaui temuan sepanjang 2015," katanya.
 
Bank Indoensia selaku otoritas sistem pembayaran mengharapkan adanya peningkatan kewaspadaan masyarakat, disamping himbauan ke perbankan untuk ikut memberikan kontribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper